Denmark Larang Seorang Hakim Pakai Jilbab di Ruang Sidang
Kamis, 15 Mei 08 15:08 WIB
Menteri Kehakiman Denmark Lene Espersen menegaskan larangan mengenakan simbol-simbol keagamaan di pengadilan Denmark. Dengan adanya larangan ini, seorang hakim di Denmark, tidak boleh mengenakan jilbab, mengenakan sorban, topi khas Yahudi, penutup kepala ala Hindu dan tanda salib.
"Kami sudah memutuskan untuk melarang semua simbol keagamaan dan politik, saat sedang melakukan tugas-tugas peradilan, karena seorang hakim harus netral dan tidak memihak, " tukas Espersen pada para wartawan, Rabu (14/5).
Menteri Kehakiman Denmark menegaskan larangan ini, menyusul kampanye yang digelar oleh kelompok kanan jauh Partai Rakyat Denmark akhir April kemarin, untuk menolak para hakim yang mengenakan jilbab di ruang pengadilan. Padahal pada bulan Desember lalu, negara yang sebenarnya tidak punya hakim Muslim, ini membolehkan hakim berjilbab saat melaksanakan tugasnya di ruang pengadilan.
Untuk membatalkan aturan itu, Denmark harus membuat aturan baru. Dan pemerintah, dengan dukungan dari Partai Rakyat Denmark, nampaknya akan membatalkan aturan yang dikeluarkan bulan Desember lalu. Espersen rencananya akan mengajukan draft aturannya ke parlemen dalam waktu dekat ini. (ln/al-arby)
Berita Terkait
- Jaksa di Denmark Tolak Tuntut Pelaku Pelecehan terhadap Jilbab
- Muslimah Denmark Menangkan Miss Headscarf 2008
- Caleg Muslimah Berjilbab Pertama di Eropa Ikut Dalam Pemilu Denmark
- Gadis Berjilbab Itu Jadi Bintang Tim Sepakbola Perempuan Denmark
- Makin Banyak, Kaum Perempuan Aljazair yang Pilih Kenakan Jilbab


