Depan > Oase Iman
Oase Iman
- Jumat, 05/12/2008 13:14 WIB Romantisme Jurnalis oleh Eko Prasetyo Di zaman yang serbamahal dan labilnya situasi ekonomi seperti sekarang, masyarakat kita belum beranjak aspek dari kemiskinan dan pengangguran. Tak jarang, banyak orang yang putus asa, bahkan ada yang sampai bunuh diri karena tak tahan menanggung beban ekonomi. Yang ironis, gaya hidup hedonis dan konsumtif masih melekat di masyarakat.
- Jumat, 05/12/2008 07:55 WIB Berhenti Sejenak, Meraih Spirit Dzulhijjah oleh Muhammad Rizqon Sesuatu yang melakukan perjalanan panjang, pasti membutuhkan pemberhentian sejenak. Kenapa? Karena segala sesuatu itu memiliki kapasitas maksimal, dan agar ia berusia panjang, ia harus selalu dipulihkan setelah mencapai kapasitas tertentu.
- Thursday, 04/12/2008 13:13 WIB Kiranya Angin Sepoi Lebih Sering Datang oleh Mu'amar Kh Seringkali kita beranggapan bahwa yang namanya ujian itu identik dengan hal-hal seperti ketika keluarga dilanda musibah, terserang penyakit, kekurangan harta atau dicekam rasa ketakutan dan kegelisahan. Disaat itulah kita mulai mendekat pada Tuhan, dan disaat itu pula kita jadi tambah rajin menjalin hubungan dengan Allah.
- Kamis, 04/12/2008 07:09 WIB Memilih Makanan: Sebuah Makna Kurban Untukku oleh Febty Febriani “Mbak, kalau di Jepang bagaimana caranya mengetahui makanan itu bisa dimakan atau tidak?”, kalimat itu muncul di chatroomku di suatu hari. Dari seorang adik yang kukenal dari dunia maya.
- Rabu, 03/12/2008 13:13 WIB Mereka adalah Manusia Biasa oleh Muhammad Rizqon Jika perempuan yang terlibat aksi bermesraan itu adalah perempuan yang mengenakan pakaian "ala kadar"-nya, barangkali saya tidak begitu memperdulikan. Tetapi yang saya lihat saat itu adalah perempuan-perempuan yang mengenakan jilbab.
- Rabu, 03/12/2008 08:02 WIB Jalinan Hati di Tanah Suci oleh Yeni Mulia Entah bila tepatnya kami pertama kali berjumpa, namun hari itu kami duduk berdampingan di Masjidil Haram, di antara dua waktu shalat di bulan haji. Saya tidak tahu persis sejak kapan dia mulai duduk disebelah saya karena saat itu saya sedang khusuk dengan Al Quran di tangan. Sekeliling saya agak sepi.
- Tuesday, 02/12/2008 13:04 WIB Dia Rasulullah S.A.W. Insan Terpuji oleh Wibowo Di sisi lain beliau juga tidak hanya rindu pada kita ummatnya, tapi sangat peduli. Coba saja kita ingat cerita pada akhir hidupnya ketika ajal menjelang, beliau amat mempedulikan ummatnya. Pada detik-detik terakhir ruh akan lepas dari raga, lisannya berucap "ummati...ummati...ummati".
(Arsip Oase Iman)
Redaksi menerima kiriman artikel untuk rubrik Oase Iman. Kirimkan artikel anda melalui FORM yang kami sediakan.


