Amnesti Internasional Minta Gedung Putih Hentikan

militerLembaga Amnesti International meminta pemerintah Amerika Serikat dan negara lainya, untuk segera menghentikan bantuan militer dan penjualan persenjataan yang digunakan pasukan keamanan Mesir melakukan pelanggaran HAM terhadap warga sipil.

Amnesti menyerukan pembekuan pengiriman dan penjualan senjata sementara ke Mesir, sampai selesainya investigasi yang dilakukan lembaga HAM internasional di bawah naungan PBB.

Mesir telah menerima pasokan senjata senilai puluhan juta dolar Amerika Serikat, selama beberapa tahun terakhir dari pemerintah Gedung Putih.

Amnesti Internasional mendapati senjata bantuan yang di kirimkan pemerintah Gedung Putih, di gunakan pihak aparat keamanan dan militer Mesir dalam aksi pembantaian di Medan Rab’ah dan Nahdah Square, pada 14 agustus lalu.

Tercatat sejumlah negara penting yang menjadi pengekspor senjata ke Mesir, adalah Republik Ceko, Cina, Siprus, Prancis, Jerman, Italia dan Amerika Serikat dan Turki.

Di lain pihak, Komisaris Tinggi PBB untuk urusan Hak Asasi Manusia meminta kepada pemerintah Mesir untuk mengizinkan tim investigasi khusus PBB masuk ke Mesir, untuk melakukan penyelidikan terkait pembantaian Medan Rab’ah dan Nahdah Square, serta 36 tahanan yang meninggal pada saat pemindahan mereka di penjara Abu Za’bal. (Aljazeera/Zhd)