free hit counters
 

Fuad Bawazier: Anies Ditonjok, Dikeroyok dan Ditohok, Anies Makin Populer

Redaksi – Selasa, 26 Muharram 1442 H / 15 September 2020 11:30 WIB

Eramuslim.com – GUBERNUR Anies Baswedan ditonjok dengan tuduhan indek saham anjlok di bawah 5000 gara gara DKI akan menerapkan kembali PSBB. Padahal hari berikutnya juga naik lagi sebab naik turunnya indek memang hal yang amat biasa dan cepat berubah ubah.

Lagi pula selama Pandemi Corona indek juga sempat anjlok di bawah 4000;  Bukan cuma itu. Sebenarnya sejak pandemi indek saham turun, kurs rupiah turun dan modal mengalir keluar negeri (out flow). Jadi kenapa ribut?

Para buzzer bayaran juga serempak mengeroyok Anies. Semua yang melihat Anies sebagai saingan atau lawan politik, seperti biasanya ikut menohok Anies dengan PSBB. Akhirnya jagad raya media sosial diramaikan pro-kontra pemberlakuan kembali PSBB di DKI dengan warna menyerang maupun mendukung Anies.



Serangan-serangan tersebut nampaknya semakin meningkatkan popularitas Anies sebagai tokoh yang humanis yang ingin melindungi rakyatnya dari bahaya Covid-19. Nama Anies menjadi semakin dikenal luas bukan saja di DKI tapi di seluruh Indonesia.

Nampaknya Anies mampu melewati tekanan para pemburu rente dan buzzer orderan, yang terbukti dengan lolos dan diberlakukannya PSBB baru, meski sarat kompromi.

Sejak awal Pandemi Corona, sikap (pejabat) pemerintah memang terbelah dua sesuai mazhabnya, yaitu mazhab yang lebih mementingkan ekonomi dan mazhab yang lebih mementingkan kesehatan. Umumnya petinggi pemerintah pusat bermazhab ekonomi dengan dukungan kuat kalangan bisnis, sampai sampai ada konglomerat yang bersurat ke Presiden RI untuk mencegah diberlakukannya PSBB di DKI.

Para kepala daerah, dokter, dan tenaga medis umumnya bermazhab kesehatan, mungkin karena mereka lebih dekat dengan rakyat atau masyarakatnya. Serta melihat rekan sejawat mereka tewas karena Covid-19. Mazhab ini pilih pain duluan, gain belakangan.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Analisa Terbaru