AS Kerahkan Kapal-Kapal Perangnya ke Selat Hormuz, Dekat Perairan Iran

AS pamer kekuatan lagi. Mereka mengerahkan sembilan kapal perang yang membawa sekitar 17 ribu personil militernnya ke perairan Teluk.

Sejumlah anggota angkatan laut AS, Rabu (23/5) mengatakan, gelar pasukan hari ini merupakan gelar pasukan terbesar sejak perang Irak tahun 2003. Kapal-kapal perang itu masuk ke Selat Hormuz sekitar pukul 03. 55 waktu setempat.

Menurut kepala gelar pasukan Laksamana Kevin Quinn, kapal-kapal perang itu akan melakukan latihan sebagai bagian dari rencana jangka panjang AS meyakinkan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk, bahwa AS komitmen menjaga keamanan kawasan tersebut.

Selain mengerahkan kapal perang, angkatan laut AS juga mengirim dua kapal induknya. Pengiriman kapal induk kedua diputuskan di menit-menit terakhir, namun pihak AL AS tidak mau menjelaskan alasannya.

Mereka juga mengatakan, Iran tidak diberitahu tentang rencana gelar pasukan di Selat Hormuz, perairan internasional yang strategis bagi lalu lintas kapal pengangkut minyak yang terletak di lepas pantai Iran.

"Selalu ada ancaman dari negara atau individu-individu yang ingin mendekat ke selat-selat internasional, dan salah satu selat yang terbesar adalah selat Hormuz, " kata Quinn dari atas kapal induk John C Stennis.

"Yang istimewa dari gelar pasukan ini, Anda memiliki dua kelompok penyerang. Setiap orang akan melihat kami karena gelar pasukan dilakukan siang hari, " sambungnya.

Selama ini, kapal-kapal AS memilih malam hari untuk melewati selat tersebut, agar tidak mengundang perhatian dan jarang sekali melintas dalam jumlah armada yang besar.

Gelar pasukan ini dilakukan kurang dari dua minggu setelah Wakil Presiden AS Dick Cheney, di atas kapal induk yang sama-mengatakan bahwa AS akan bergandengan tangan dengan negara-negara lainnya untuk mencegah Iran mencapai program nuklirnya dan mendominasi wilayah Teluk.

Sementara dalam kunjungannya ke Abu Dhabi beberapa hari setelah pernyataan wapres AS itu, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menegaskan bahwa negaranya akan melakukan pembalasan yang menyaktikan jika AS berani menyerang Iran. (ln/aljz)