free hit counters
 

Beltagy Serukan Rakyat Turun Ke Jalan, Karena Fir’aun Sisi akan Merubah Mesir Menjadi Suriah

Redaksi – Kamis, 7 Syawwal 1434 H / 15 Agustus 2013 05:51 WIB

beltagySeorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Washington sedang mempertimbangkan membatalkan “Bintang Terang” latihan militer bersama dua tahunan dengan Mesir, karena tahun ini, setelah aksi kekerasan terbaru.

Kekerasan berkembang keluar dari kota Kairo, bentrokan terjadi antara pendukung Mursi dan pasukan keamanan  di kota Alexandria, Minya, Assiut, Fayoum dan Suez dan Buhayra dan Beni Suef provinsi.

Para pejabat keamanan senior yang awalnya mengatakan tokoh Ikhwan Mohamed El-Beltagi dan Essam El-Erian telah ditangkap, dan bergabung dengan Mursi dan pemimpin Ikhwan lainnya di penjara, tapi kemudian mengakui mereka belum  ditangkap. Seorang Putri Beltagy yang berusia 17 tahun termasuk  di antara orang yang gugur.

Beltagi memperingatkan konflik akan menjadi  lebih luas, dan mendesak orang-orang untuk turun ke jalan untuk menentang kepala angkatan bersenjata, Firaun Sisi yang menggulingkan Mursi pada 3 Juli.

“Aku bersumpah demi Allah bahwa jika Anda tetap tinggal di rumah Anda, Abdel Fattah al-Sisi akan menghancurkan  negara ini menjadi  Suriah. Abdel Fattah al-Sisi akan mendorong bangsa ini ke perang saudara sehingga ia mati di  tiang gantungan.” seru Beltagy



Sejak Mursi digulingkan, pasukan keamanan telah dua kali membunuh massa  pengunjuk rasa dalam upaya untuk membersihkan pengikut Mursi dari jalanan.

Setelah serangan militer terhadap kamp dimulai, massa demonstran  membacakan ayat-ayat Alquran dan berteriak “Allah d membantu kita! Allah membantu kita!” sementara helikopter melayang i atas mereka dan buldoser lapis baja merangsek tenda tenda dan barikade  pertahanan darurat mereka.

Wartawan Reuters di tempat kejadian melihat polisi bertopeng dengan seragam gelap  dengan tongkat dan gas air mata. Mereka merobohkan tenda dan membakar tenda tenda.

“Mereka menghancurkan  kami. Polisi dan tentara menembakkan gas air mata pada anak-anak kami ,” kata Saleh Abdulaziz, 39 tahun, seorang guru sekolah menengah sambil menggenggam luka berdarah di kepalanya.

Dunia Islam Terbaru