Festival Film Cairo Tolak Keikutsertaan Film Israel

Panitia Festival Film Internasional Cairo menolak sebuah film produksi Israel yang akan diikutsertakan dalam festival tersebut. Pihak penyelenggara juga mengancam akan memboikot semua festival film di negara-negara Arab, jika panitianya mengikutsertakan film produksi negara Zionis itu.

Cairo International Film Festival akan dibuka bulan November mendatang, dengan tema "meningkatkan kesepahaman seluruh umat manusia di dunia melalui bahasa seni. " Pihak panitia festival itu secara tegas menolak aplikasi yang diajukan sutradara Israel Eran Kolirin yang akan mengikutsertakan filmnya berjudul "The Band’s Visit", sebuah film yang menceritakan tentang group musik kepolisian Mesir yang terdampar di Israel.

Kolirin mengatakan, filmnya yang memenangkan penghargaan di festival film Cannes dan Munich, berisi pesan-pesan perdamaian yang kuat. Namun Wakil Presiden Festival Film Internasional Cairo Soheir Abdel Kader menegaskan, "Film Israel tidak boleh diputar dalam festival ini. "

Israel mengajukan aplikasi ke festival film Cairo yang ke-31 itu melalui kantor perwakilan festival di Jerman. Namun Abdel Kader menyatakan, Israel tidak ada dalam daftar kontak peserta mereka.

"Kami bahkan tidak menjawab email mereka (Israel). Mereka seharusnya tahu bahwa kami tidak mau mempertunjukkan film buatan Israel, " tukas Abdel Kader.

Meski Mesir dan Israel menandatangani perjanjian damai sejak tahun 1979, gerakan anti-normalisasi dengan Israel cukup kuat dan eksis di kalangan praktisi kebudayaan di Mesir. Mereka menolak melakukan kontak atau berkolaborasi dengan para seniman dan intelektual Israel.

Juru bicara kedutaan besar Israel Benny Sharoni ikut menyesalkan penolakan yang dilakukan panitia Cairo International Film Festival. "Kami menyesal, mendengar bahwa film Israel tidak diterima di Mesir karena alasan politik tanpa mempertimbangkan nilai-nilai artistiknya, " kata Sharoni. (ln/alarby)