Iran Restui Maliki untuk Tetap Sebagai PM Syiah Irak

MalikiRouhaniIran mengatakan hari Minggu mendukung permintaan  Nuri al-Maliki untuk tetap sebagai perdana menteri Irak tetapi tetap  terbuka untuk mempersiapkan calon lainnya yang akan dipilih oleh parlemen di Baghdad.

“Jika Maliki tetap dipilih sebagai perdana menteri, kami akan bekerja keras bersama-sama. Jika orang lain yang dipilih oleh parlemen, Republik Islam Iran juga akan mendukung mereka. Ini adalah urusan internal Irak, “kata pejabat penting Iran.

Parlemen Irak bersidang pada hari Selasa untuk memilih seorang presiden dan perdana menteri.

Maliki, penganut agama Syiah, telah menjadi perdana menteri sejak 2006 dan minggu lalu bersumpah untuk “tidak pernah menyerah pada” usahanya untuk masa jabatan ketiga, meskipun kritikus menyalahkan dia untuk mengarahkan negara kepada mayoritas Syiah .

Iran , Yang juga didominasi Syiah ,  mengatakan pihaknya bersedia untuk memberikan nasihat dan bantuan militer Irak dalam perang dengan pemberontak Sunni yang menyerbu  wilayah Irak bulan lalu dan sekarang telah menyatakan pembentukan khalifah Islam.

Namun, keterlibatan Iran di Irak terlihat dalam , kantor berita resmi IRNA melaporkan pada hari Sabtu bahwa seorang pilot Iran tewas saat berperang untuk membela tempat suci Syiah di kota Samarra, sebelah utara Baghdad.

Laporan itu tidak mengatakan apakah pilot tewas saat terbang  atau berperang di daratan , tapi kematiannya dianggap sebaga  korban militer Iran pertama sejak  melawan militan Muslim dimulai.

Penyerangan Daulah Islam (IS) menyebabkan  pasukan Irak untuk meninggalkan pos mereka diperbatasan , akibatnya pemimpin Kurdi  meminta  kemerdekaan untuk wilayah  mereka sebagai wilayah otonom.

Teheran bermain kata kata , bahwa perpecahan  Irak itu adalah  sebagai  skenario Israel.

“Kami tidak akan pernah membiarkan mimpi (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu tentang disintegrasi Irak  menjadi kenyataan,” kata Amir-Abdollahian pada hari Minggu.

Dia menambahkan bahwa Iran telah memperingatkan para pemimpin Kurdi Irak melawan separatisme. (JL/KH)