Israel Minta Ketua IAEA Muhammad ElBaradei Diganti

Deputi Perdana Menteri Israel Shaul Mofaz melontarkan pernyataan bahwa Muhammad ElBaradei harus dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Mofaz menuding ElBaradei tutup mata dengan ambisi nuklir Iran.

Ia mengatakan hal tersebut, menjelang pengumuman laporan terbaru IAEA tentang program nuklir Iran. Menurut Mofaz, kebijakan-kebijakan ElBaradei membahayakan perdamaian dunia.

"Sikapnya (ElBaradei) yang tidak bertanggung jawab, dengan membenamkan kepalanya di pasir terhadap program nuklir Iran selayaknya dikenakan dakwaan, " kata Mofaz dari Washington, di sela-sela pertemuan dengan Menlu AS Condoleezza Rice.

Para pejabat Israel marah besar mendengar pernyataan ElBaradei yang dimuat surat kabar Prancis Le Monde beberapa waktu lalu. Pada harian itu ElBaradei mengatakan bahwa Iran masih membutuhkan waktu "antara tiga dan delapan tahun" untuk sampai pada kemampuan membuat bom nuklir dan tidak ancaman dalam waktu dekat ini.

"Saya ingin orang-orang menepis pikiran bahwa Iran berbahaya dan sekarang kita menghadapi keputusan apakah akan membombardir Iran atau membiarkan Iran memiliki bom. Kita sama sekali tidak dalam situasi seperti itu, " kata ElBaradei.

Namun Mofaz mengatakan, menurut laporan-laporan intelejennya, kondisinya tidak seperti yang digambarkan ElBaradei. "ElBaradei mengatakan bahwa ia tidak punya bukti terkait program nuklir Iran, sementara ia punya laporan-laporan intelejen yang dikumpulkan oleh sejumlah negara dan ia mengepalai sebuah organisasi yang bertanggung jawab atas hal itu, " tukas Mofaz.

Sementara Israel sendiri, meski menjadi anggota IAEA, tapi tidak ikut menandatangani Kesepakatan Non-Proliferasi dan sudah menjadi rahasia umum bahwa Israel lah yang sesungguhnya sudah memiliki senjata-senjata berkepala nuklir. Namun dengan liciknya, Menteri Pertahanan Israel Ehdu Barak menyatakan bahwa rejim Zionis itu tetap membuka semua opsi, termasuk opsi militer untuk mencegah Iran mengembangkan nuklirnya.

Pejabat senior intelejen militer Israel Yossi Beidetz pada komite hubungan luar negeri dan pertahanan di parlemen Israel bahkan menuding Iran sudah bisa membuat bom nuklir dalam dua tahun mendatang.(ln/al-arby)