Tentara Bayaran Asal Australia Tembaki Dua Perempuan Irak

Penembakan terhadap warga sipil yang dilakukan personel tentara bayaran di Irak terulang lagi. Kali ini korbannya adalah dua orang perempuan Kristen berusia 30 dan 32 tahun.

Kedua perempuan muda itu tewas akibat 19 peluru menghujam tubuh mereka, ketika sebuah konvoi tentara asing menembaki mobil yang dikendarai oleh kedua perempuan tersebut.

Menteri Dalam Negeri Irak memastikan bahwa konvoi tentara yang melakukan penembakan itu adalah para personel dari perusahaan jasa tentara bayaran asal Australia.

Keyakinan itu dikuatkan dengan keterangan seorang pejabat departemen luar negeri AS yang mengatakan, para pelaku penembakan adalah personil jasa militer swasta Unity Resources Group (URG) yang memiliki sejumlah kantor di Dubai.

Perusahaan itu menyediakan jasa keamanan bagi sebuah organisasi non-pemerintah bernama Research Triangle Institute. Lembaga ini merupakan rekanan sub-kontraktor dari USAID yang melaksanakan proyek-proyek konstruksi di Irak.

URG sudah menyampaikan permohononan maaf pada kementerian dalam negeri Irak atas insiden penembakan tersebut. URG juga berjanji akan memberikan kompensasi bagi keluarga korban dan akan menindak personelnya yang ceroboh setelah dilakukan investigasi atas insiden itu.

Menurut juru bicara kementerian dalam negeri Irak Brigadir Jenderal Abdul Kareem Khalaf, URG sudah terdaftar sebagai perusahaan jasa militer di Irak dan selama ini tidak punya catatan melakukan pelanggaran. (ln/presstv)