HRS Dalam Pusaran Spionase, Catatan Seorang Kuasa Hukum

Eramuslim.com – Upaya pembunuhan karakter (character assassination) terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) belum juga surut. Meski Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu kini bermukim di Arab Saudi bersama keluarga, berbagai usaha sengaja atau intensi jahat dari pihak tertentu untuk membenamkan HRS dari keleluasannya dalam mendelegitimasi lawan politiknya. Aksi yang bergelimang dalam kenistaan dengan beragam skenario keji baik secara acak maupun sistematis terus berkelanjutan.

Seolah tiada akhir dari drama miris yang didesain untuk menjatuhkan moral seorang HRS, kecuali para pelakunya mencapai tujuan nista itu.

Senin, tanggal 5 November 2018 lalu, misalnya, kembali ada upaya menjebak seorang HRS di Arab Saudi. Diberitakan bahwa polisi dan intelijen Saudi (Mabahis Ammah) mendatangi rumah Habib Rizieq lalu membawanya ke kantor polisi wilayah Makkah untuk menjalani pemeriksaan. Kabar ini dikuatkan dengan pernyataan pers Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel melalui siaran persnya tertulis bertajuk ‘Berita Penangkapan Habib MRS’.

Drama keji yang kembali terjadi di Arab Saudi ini seakan melengkapi keanehan, kejanggalan dan kekonyolan proses hukum dalam kasus chat porno tahun lalu yang berbasiskan laporan absurd dan fitnah melalui situs abal-abal, www.baladacintarizieq.com.

Tidak diketahui dengan pasti apakah kedua kasus ini berkaitan dengan pelaku yang sama, dan apakah juga bertujuan yang sama untuk menjatuhkan pengaruh HRS terhadap umat Islam dari kiprahnya yang dianggap menggerus legitimasi politik kekuasaan di tanah air? Yang pasti HRS kembali dijebak dengan aksi banal kejahatan di negeri orang.

Jebakan Makan Tuan

Drama beralas fitnah ini bermula dari adanya laporan telepon dari seseorang ke Kepolisian Makkah bahwa di kediaman HRS didapati poster berbentuk bendera pergerakan ISIS (Islamic State of Iraq and Syriah). Simbol terlarang yang menempel di dinding rumah HRS itu kemudian dipotret seseorang sebelum dilaporkan ke polisi setempat.