Menular dalam Hitungan Detik, Varian Delta Sebabkan Lonjakan Kasus di Berbagai Negara

“Sejak pandemi dimulai, ini mungkin adalah periode paling mengerikan yang dilalui oleh New South Wales,” kata pimpinan negara bagian itu, Gladys Berejiklian pada wartawan di Sydney, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Kamis (24/6).

Negara bagian itu telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat di Sydney, kota terbesar di Australia dengan populasi 25 juta jiwa. Para pejabat kesehatan mengatakan penularan dapat terjadi meski hanya dengan kontak yang minim dengan orang-orang yang terjangkit.

Pihak berwenang NSW telah mewajibkan penggunaan masker di semua lokasi dalam ruangan di Sydney, termasuk perkantoran, membatasi pergerakan penduduk di tujuh area di timur dan barat Sydney, dan membatasi pertemuan di rumah hingga lima orang untuk menahan terjadinya wabah pertama di negara bagian itu dalam lebih dari sebulan terakhir.

Thailand

Kepala Departemen Ilmu Kedokteran Thailand pekan lalu mengatakan 10 persen kasus positif Covid-19 adalah varian Delta. Harian Bangkok Post melaporkan ada 496 kasus varian Delta yang terdeteksi di Thailand pada 7 April sampai 13 Juni.

“Varian Delta ini 40 persen lebih menular dari varian Alfa dan harus dipantau terus-menerus.”

Indonesia

Kementerian Kesehatan telah merilis hasil pemeriksaan dan analisis terhadap sekuens genom virus SARS-CoV-2 di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan, ada 211 kasus varian baru Covid-19 di Indonesia. 160 Kasus di antaranya merupakan varian Delta.

160 Kasus varian Delta ini tersebar di sembilan provinsi. Yakni, Kalimantan Timur 3 kasus, Gorontalo 1 kasus, Kalimantan Tengah 3 kasus, Sumatera Selatan 3 kasus, Jawa Tengah 80 kasus, DKI Jakarta 57 kasus, Banten 2 kasus, Jawa Barat 1 kasus dan Jawa Timur 10 kasus.

Karakter Varian Delta
Kementerian Kesehatan telah merilis hasil pemeriksaan dan analisis terhadap sekuens genom virus SARS-CoV-2 di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan, ada 211 kasus varian baru Covid-19 di Indonesia. 160 Kasus di antaranya merupakan varian Delta.

160 Kasus varian Delta ini tersebar di sembilan provinsi. Yakni, Kalimantan Timur 3 kasus, Gorontalo 1 kasus, Kalimantan Tengah 3 kasus, Sumatera Selatan 3 kasus, Jawa Tengah 80 kasus, DKI Jakarta 57 kasus, Banten 2 kasus, Jawa Barat 1 kasus dan Jawa Timur 10 kasus.

Seperti apa sebetulnya virus corona varian Delta ini? Berikut penjelasan para ahli:

Varian Delta, secara resmi dikenal sebagai B.1.617.2, diyakini sebagai varian yang paling menular, menyebar dengan lebih mudah daripada varian asli virus dan varian Alfa yang pertama kali teridentifikasi di Inggris. Pejabat kesehatan masyarakat di sana menyampaikan Delta bisa 50 persen lebih menular daripada Alfa.

Bukti lain menunjukkan varian Delta mungkin dapat menghindari sebagian antibodi yang dibuat oleh tubuh setelah infeksi atau vaksinasi virus corona. Menurut catatan CDC, varian ini juga dapat membuat perawatan antibodi monoklonal tertentu menjadi kurang efektif.

Delta juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah. Sebuah penelitian Skotlandia baru-baru ini, misalnya, menemukan orang yang terinfeksi oleh varian Delta kira-kira dua kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit daripada mereka yang terinfeksi Alfa. Tetapi menurut para ilmuwan, ketidakpastian tetap ada.

Di mana varian ini menyebar?

Delta telah dilaporkan di 85 negara. Sekarang varian paling umum di India dan Inggris, menyumbang lebih dari 90 persen kasus.

Di AS, Delta pertama kali diidentifikasi pada Maret. Meskipun Alfa tetap menjadi varian paling umum di AS, Delta telah menyebar dengan cepat.

Pada awal April, Delta hanya mewakili 0,1 persen kasus di AS, menurut CDC. Pada awal Mei, varian tersebut menyumbang 1,3 persen kasus, dan pada awal Juni, angkanya melonjak menjadi 9,5 persen. Fauci mengatakan, beberapa hari lalu, perkiraan mencapai 20,6 persen.[merdeka]