free hit counters
 

YINON PLAN: Pecah Belah Dunia Arab oleh Zionis, Bagaimana Indonesia? (Bag.1)

Redaksi – Minggu, 16 Mei 2021 06:15 WIB

Istilah ini dikutip sebagai contoh awal dari mengkarakterisasi proyek-proyek politik di Timur Tengah dalam hal logika perpecahan sektarian (sectarian divisions). (8)

Istilah ini telah memainkan peran dalam kedua analisis resolusi konflik oleh para sarjana yang menganggapnya telah mempengaruhi perumusan kebijakan yang diadopsi oleh pemerintahan Amerika di bawah George W. Bush (9), dan juga dalam teori konspirasi yang menurutnya artikel tersebut diprediksi atau direncanakan untuk peristiwa politik besar di Timur Tengah sejak 1980-an, termasuk invasi Irak tahun 2003 dan penggulingan Saddam Hussein, Perang Sipil Suriah dan kebangkitan Negara Islam.

Klaim tersebut telah dibuat bahwa artikel Yinon diadopsi oleh anggota “Institute for Zionist Strategies” di pemerintahan Amerika sampai dianggap diambil sebagai cara untuk memajukan kepentingan Amerika di Timur Tengah, serta mencapai impian bangsa Yahudi akan sebuah negara Zionis “dari sungai Nil di Mesir hingga ke sungai Eufrat di Irak”, yang mencakup sebagian besar Timur Tengah, seperti yang tertulis dalam Alkitab Ibrani (Hebrew Bible)(10)

The Arab Springs

Dari makalah itulah, timbul gagasan dalam suatu project sangat rahasia yang terus berjalan hingga kini untuk menumbangkan dan memecah belah bangsa-bangsa di Timur Tengah yang dikenal pada mas kini sebagai The Arab Springs atau “Musim Semi Arab” atau dalam istilah mereka “Kebangkitan dunia Arab”

The Arab Springs adalah gelombang revolusi atau serangkaian protes anti-pemerintah, demonstrasi atau unjuk rasa anti-pemerintah dan pemberontakan bersenjata yang menyebar di Timur Tengah pada akhir 2010. Ini dimulai sebagai tanggapan terhadap rezim yang menindas dan standar hidup yang rendah, dimulai dengan protes di Tunisia sejak 18 Desember 2010, dan Mesir, perang saudara di Libya, pemberontakan sipil di Bahrain, Suriah, dan Yaman.



Juga terjadi protes besar di Aljazair, Irak, Yordania, Maroko, dan Oman, serta protes kecil di Kuwait, Lebanon, Mauritania, Arab Saudi, Sudan, dan Sahara Barat. Kerusuhan di perbatasan Israel bulan Mei 2011 juga terinspirasi oleh kebangkitan dunia Arab ini.

Arab Springs pada tahun 2011. Hingga kini beberapa negara Arab masih diadu domba melalui intelijen asing sebagai phak ketiga agar selalu perang saudara.

Protes ini menggunakan teknik pemberontakan sipil dalam kampanye yang melibatkan serangan, demonstrasi, pawai, dan pemanfaatan media sosial, seperti Facebook, Twitter, YouTube, dan Skype, untuk mengorganisir, berkomunikasi, dan meningkatkan kesadaran terhadap usaha-usaha penekanan dan penyensoran Internet oleh pemerintah.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4 5

Laporan Khusus Terbaru