Andi Arief: Ahok Hanya Akan Menang Jika TNI, POlri, dan BIN Berpihak Padanya

andi-ariefEramuslim.com – Sindiran keras dilontarkan politisi Partai Demokrat Andi Arief, terkait peluang cagub DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, Ahok hanya akan menang di Pilkada DKI 2017 jika TNI, Polri, dan BIN berpihak pada pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat. “Ahok hanya akan menang kalau TNI/Polri/BIN berfihak pada pasangan petahana ini, itu teori yang pernah dipakai meski gagal di Pilpres 2004,” tulis Andi Arief di akun Twitter @AndiArief_AA.

Andi Arief mensinyalir adanya “dukungan kuat” dari Presiden Joko Widodo agar Ahok memenangi Pilkada DKI 2017. “Jokowi sudah memanggil perwira KODAM Jaya, BIN sudah bentuk tim khusus Pilkada, semua untuk kemenangan dia. Cuma ini yang menolong dia,” tulis ‏@AndiArief_AA.

Sebelum insiden penghinaan Ahok terhadap Surat Al Maidah 51, Pemimpin Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny Januar Ali (Denny JA), mengungkapkan, Pilkada DKI 2017 akan head to head, karena hanya diikuti oleh dua pasangan calon. Di mana Ahok sudah dikalahkan Anies Baswedan, dan Ahok juga sudah dikalahkan Agus Yudhoyono.

Sebelumnya, LSI merilis hasil survei yang menunjukkan anjloknya elektabilitas calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Elektabilitas Ahok turun dari 59 persen pada Maret menjadi 31 persen pada Oktober. Penurunan ini diduga sebagai bentuk ketidaksukaan masyarakat Jakarta atas kebijakan Ahok yang dianggap gampang menggusur orang kecil.

Selain LSI, dua lembaga survei lain juga mendeteksi merosotnya “perolehan suara” Ahok di ajang Pilgub DKI 2017. Dua lembaga survei itu yakni PolMark Research Center (PRC), dan Media Survei Nasional (Median).

Berdasarkan hasil survei terbaru PolMark Reseacrh Center (PRC), PolMark Indonesia, pada Oktober 2016, elektabilitas Ahok mengalami penurunan sebesar 10,8 persen dalam rentang waktu Juli hingga Oktober 2016.

Sedangkan survei Media Survei Nasional (Median) menunjukkan, tingkat elektabilitas Ahok menurun. Dari awalnya mencapai 50 persen di Desember 2015 menjadi 34,2 persen di September 2016.(ts/intljn)