free hit counters
 

Asal Muasal Makanan Kalengan

Redaksi – Kamis, 2 Rajab 1441 H / 27 Februari 2020 10:30 WIB

Eramuslim.com – PEMERINTAH Prancis mendeklarasikan sebuah sayembara unik pada 1795. Isinya: dicari orang yang mampu mengawetkan makanan. Hadiah yang ditawarkan tak tanggung-tanggung, yakni uang sejumlah 12.000 franc (setara 167 juta dalam kurs rupiah saat ini). Penggagas hajatan itu adalah Napoleon Bonaparte, jenderal Prancis terkemuka. Saat itu, Napoleon membutuhkan metode pengawetan makanan untuk menyokong logistik konsumsi pasukannya dalam persiapan menginvasi berbagai negara.

Tantangan ini akhirnya dijawab Nicolas Appert, seorang jurumasak bangsawan Prancis. Pada 1803, Appert memulai eksperimen. Menurutnya, makanan mudah membusuk umumnya karena bersentuhan dengan udara terbuka. Dia kemudian meramu sup yang diawetkan dengan bahan daging sapi, saus kacang, dan kacang polong. Dia mengemasnya dalam botol kaca yang biasa digunakan untuk menuang anggur. Angkatan Laut Prancis menyimpannya selama tiga bulan.

“Kemudian mereka mencoba memakannya. Yang dirasakan adalah makanan yang lezat dan aman untuk dikonsumsi,” tulis Judith Jango-Cohen dalam The History of Food.

Nicolas Appert dan jenis botol yang digunakan dalam metode pengawetan makanan. Sumber: Wiki.

Penemuan Appert menjadi cikal-bakal pengawetan makanan dengan media kaleng (canning food). Seiring waktu, makanan kaleng mengalami perkembangan baik dari segi kualitas makanan maupun kemasannya. Konsumsinya pun tak terbatas pada kebutuhan perang. Ia menjadi budaya populer dalam pola kuliner masyarakat urban. Makanan kaleng bahkan bertumbuh sebagai komoditas dalam industri pangan.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru