free hit counters
 

Bukan Majapahit, Tapi Kesultanan Demak Pemersatu Nusantara

Redaksi – Kamis, 15 Ramadhan 1439 H / 31 Mei 2018 06:30 WIB

Eramuslim.com – Majapahit, Sumpah Palapa dan Pasukan Bhayangkara, adalah satu kesatuan yang tak bisa di pisahkan dari Kerajaan Majapahit. Sebuah kerajaan yang berpusat di daerah Jawa Timur yang memiliki cita-cita besar untuk menyatukan Nusantara dibawah kekuasaan Majapahit.

Setelah Mahapatih Gajahmada berikrar melalui ikrar Sumpah Palapa, selanjutnya Mahapatih Gajahmada membentuk kesatuan pasukan khusus yang diberi nama Pasukan Bhayangkara. Pasukan ini diambil dari nama kesatuan pasukan yang sebelumnya pernah ada dimasa kerajaan Singasari. Pasukan ini untuk dikirim ke wilayah-wilayah di sekeliling kerajaan Majapahit yang dianggap berpotensi bisa bergabung dengan kerajaan Majapahit.

Berdasarkan fakta ini banyak analis sejarah yang menganggap bahwa apa yang telah dilakukan kerajaan Majapahit untuk menguasai Nusantara ini melalui pendekatan “militer”, yaitu dengan jalan invasi militer dan menjadikan semua daerah yang diinvasi itu sebagai wilayah dibawah kekuasaan Majapahit.

Bila analisa itu benar, maka itu artinya belum bisa dikatakan sebagai tonggak persatuan, karena upaya itu tak jauh beda dengan apa yang dilakukan oleh Belanda di Nusantara.

Apapun itu, namun akhirnya kita menemukan dalam catatan sejarah bahwa upaya Gajahmada melalui pendekatan “militer” bersama Pasukan Bhayangkara-nya ini akhirnya menuai banyak konflik kekecewaan dan kemarahan masyarakat dan berujung perang saudara yang tak berkesudahan.

Akibat perang saudara tersebut, secara praktis beberapa wilayah kekuasaan Majapahit mulai memisahkan diri. Bahkan wilayah-wilayah yang tersebar atas kadipaten-kadipaten saling serang, saling mengklaim sebagai pewaris tahta Majapahit.

Blunder perang saudara yang tak berkesudahan itu antara lain adalah kisah tentang perang Bubat, yakni perang saudara antara Kerajaan Sunda dan Kerajaan Majapahit akibat dari kebijakan Maha Patih Gajahmada yang dianggap blunder penghinaan bagi Kerajaan Sunda.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus