free hit counters
 

Insiden Lucu Dalam Drama Penangkapan DN. Aidit

Redaksi – Sabtu, 26 Zulqa'dah 1441 H / 18 Juli 2020 16:40 WIB

Eramuslim.com – Kisah perburuan Ketua CC PKI usai terjadinya Gerakan 30 September. Menegangkan namun ada cerita lucu terselip dalam insiden penangkapan itu.

*

D.N. Aidit jadi buronan setelah terjadinya peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965. Pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) itu dianggap sebagai dalang intelektual di balik gerakan makar tersebut. Untuk memburu Aidit, pihak Angkatan Darat menggelar operasi intelijen. Pengejaran berlangsung sampai ke Jawa Tengah dipimpin oleh Kolonel Jasir Hadibroto, Komandan Brigade Infantri IV Kostrad.

“Pasukan saya ditarik dari Kisaran, Sumatra Utara. Kami tidak jadi menyerbu Malaysia, tetapi dialihkan ke Jawa Tengah untuk melakukan pengejaran sisa-sisa oknum G30S,” ujar Yasir dalam harian Kompas, 5 Oktober 1980.

Dalam Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan & Petualang, wartawan senior Julius Pour mencatat, hanya dalam tiga minggu, tim intelijen Brigif IV berhasil melacak jejak Aidit. Sampai akhirnya masuk laporan berkualifikasi A-1, terjamin kebenarannya. Bahwa pada 21 November 1965, persembunyian Aidit pindah dari Kletjo, di bagian barat kota Solo, ke Sambeng. Sesudah menerima info tersebut, jaring-jaring perangkap mulai ditebar pasukannya di Kampung Sambeng, sekitar 300 meter dari Stasiun Kereta Api Solo Balapan

“Sekitar pukul 21.00, setelah rumah sasaran dikepung rapat, Letnan II (Inf) Ning Prajitno bersama anak buahnya mendobrak persembunyian Aidit,” tulis Julius Pour.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Historia Terbaru