free hit counters
 

Jatuhnya Dinasti Islam di Spanyol dan Religiusitas Colombus

zahid – Selasa, 3 Zulhijjah 1440 H / 6 Agustus 2019 16:45 WIB

Setiap menjelang misa Ahad, Columbus selalu mempersiapkannya dengan sangat detail dan sungguh-sungguh. Columbus pun sangat meyakini berkat dari perjalanan ziarah ke tempat suci, terutama Yerusalem. Dalam beberapa catatan Diario, Columbus dan para awak kapalnya sering kali mengucapkan janji bahwa mereka akan melakukan ziarah ke tempat-tempat suci jika selamat mengarungi lautan ganas dan badai.



Apresiasi keagamaannya juga tampak pada cara Columbus menamai pulau dan tempat yang mereka temui, seperti Pulau Adam, San Salvador (penebusan), Trinidad (trinitas), Santa Maria (Perawan Maria), serta Isla de la Ascuncion merujuk pada hari ketika Tuhan memasukkan (assumption) Perawan Maria ke surga.

Pendeta Andres Bernaldez menceritakan bahwa saat kepulangan dari pelayaran kedua ke Dunia baru, setibanya di Castile, Juni 1496, dia melihat sahabatnya Columbus berpakaian seperti biarawan Ordo St Francis. Beberapa sejarawan meyakini, Columbus memang mengikuti ajaran Fransiscan dan dikubur dalam jubah ordo itu.

Bukti lain adalah simbol yang dipakai Columbus untuk menutup surat laporan dalam pelayaran pertama dengan “Xpo-ferens” atau “Pembawa Kristus”. Artinya, Columbus meyakini bahwa dirinya membawa misi kekristenan sepanjang pelayaran, senada dengan namanya St Cristopher. Membawa Kristus mengarungi air. (rol)

Catatan Redaksi: Walau Colombus dilukiskan sangat religius dalam agamanya, namun dia membawa dua nakhoda muslim yang menakhodai kapal Nina dan kapal Pinta, mendampingi kapal Maria sebagai kapal utama. Dari Catatan harian Colombus  kita juga mengetahui ketika dia baru sampai di perairan “Amerika”, di daratan saat itu telah menjulang kubah-kubah masjid yang menandakan daratan baru yang ‘ditemukannya’ warganya sudah Muslim. Colombuslah yang mempelopori perang kimia untuk membantai penduduk asli “Amerika” yang muslim dengan menyebarkan selimut-selimut penuh kuman cacar bekas para pelautnya yang mati kena cacar dan telah ditenggelamkan ke laut. Saat itu cacar belum ada obatnya.***(rz)

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2

Historia Terbaru