free hit counters
 

Jejak Historis Kuliner Negeri-Negeri Muslim

zahid – Rabu, 27 Muharram 1442 H / 16 September 2020 15:00 WIB

Kemunculan kota dan kian intensifnya sarana transportasi mempercepat percampuran elemen baru dalam tradisi makanan Arab. Buah anggur dan zaitun adalah dua makanan penting yang masuk ke kuliner Arab sejak abad ke-7 M.

Kekhalifahan Islam di luar Hijaz menjadi tempat di mana tradisi kuliner baru ini berkembang. Kekhalifahan Abbasiyah di Irak tidak hanya berhasil memajukan ilmu pengetahuan, tapi juga menginisiasi tradisi kuliner Islam yang bersifat global.

Seni tata boga lahir di tengah para bangsawan Abbasiyah dan ini diabadikan pula dalam bentuk buku masakan. Bahan makanan yang dipakai kian beragam, adakalanya berharga mahal karena diperoleh dari tempat yang jauh.

Sementara itu, proses membuat makanan juga tidak cukup hanya dengan menabur garam saja, tapi sudah sampai level yang rumit. Makanan sudah bukan lagi kebutuhan untuk bertahan hidup, namun sudah menjelma menjadi gaya hidup tersendiri bagi kaum elite.

Di masa klasik dan pertengahan Islam inilah muncul tradisi kuliner Muslim, yang elemen-elemennya melintasi batas geografis atau etnis, namun tetap dibatasi oleh satu aspek: halal. Bahan makanan Arab hanya salah satu unsur pembentuknya.



Roti ala Arab tidak lagi cuma diberi bumbu, tapi juga dipadukan dengan kaldu dan daging. Ini dikenal dengan nama tharīd.

Versi lebih kompleksnya adalah dengan memadukan roti dengan truffle (sejenis jamur), madu, kacang polong, serta daun bawang. Ada lima jenis bumbu yang setidaknya harus ditambahkan untuk membuatnya siap dihidangkan.

Di sisi lain, sebagaimana dikemukakan oleh Waines (2011), ada tiga elemen lokal yang berperan membentuk kuliner Muslim di masa kekhalifahan Islam. Persia antara lain menyumbangkan isfānākh (bayam), India membawa terong, sementara Yunani mengirimkan selada.

Karakter lain dari kuliner Muslim tampak di era Turki Usmani (1299-1923). Kuliner Usmani mendapat pengaruh besar dari kuliner Seljuk, kemaharajaan besar Islam di Asia Tengah pada abad ke-11 M.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru