free hit counters
 

Kisah Bowo Anak Kebayoran

Redaksi – Senin, 3 Rajab 1440 H / 11 Maret 2019 07:30 WIB

Ayah Prabowo, Soemitro juga bukan orang sembarangan. Soemitro merupakan guru besar bergelar profesor di Fakultas Ekonomi UI dan menjabat sebagai dekan di sana. Prabowo kecil sering diajak Soemitro main ke kampus tempatnya mengajar di bilanganSalemba, Jakarta Pusat.

Di zaman Sukarno, Soemitro lebih dikenal sebagai politisi kawakan dari Partai Sosialis Indonesia (PSI). Di tengah perjuangan politiknya, Soemitro memilih membelot bersama sejumlah panglima militer pembangkang dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan Perjuangan Semesta (Permesta). Bergelut dalam gerakan yang menentang pemerintah menyebabkan Soemitro terpaksa melarikan diri dari Indonesia.

Soemitro hidup berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain mengindari penangkapan. Dalam pelariannya, Soemitro difasilitasi oleh diplomat senior Des Alwi yang juga sama-sama pentolan PSI. Di balik “petualangan” ini, ada istri dan anak-anak yang ikut kena imbas sepak terjang politik Soemitro.



“Ayah mereka (Soemitro) terus giat melanjutkan perjuangan dan sekaligus menghindari kemungkinan tertangkap oleh pihak Jakarta yang terus mengintai ke mana keluarga ini pergi. Inilah mengapa keluarga Soemitro tak pernah menetap lebih dari dua tahun,” tulis tim penulis biografi Soemitro Jejak Perlawanan Begawan Pejuang: Sumitro Djojohadikusumo.

Prabowo waktu kecil. Tampan dan imut. Foto: Prabowo Subianto/Instagram.

Usia Prabowo baru menginjak lima tahun saat Soemitro memilih jalan terjal sebagai buronan negara. Selama masa pelarian ayahnya, Prabowo menginjakan kaki di berbagai berbagai belahan dunia. Berturut-turut, Prabowo bermukim di Singapura selama dua tahun, di Hongkong setahun, di Malaysia dua tahun, di Swiss dua tahun, dan di Inggris dua tahun.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4 5

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus