free hit counters
 

Sejarah Nanggroe Atjeh Darussalam (23, TAMAT)

Redaksi – Jumat, 7 Juni 2019 11:15 WIB

Eramuslim.com – Habibie hanya bertahan sebentar, lalu digantikan Abdurrahman Wahid. Namun karena ulahnya sendiri yang banyak melanggar konstitusi negara—antara lain membuka hubungan dagang dengan Zionis-Israel, padahal konstitusi negara jelas-jelas menyatakan Indonesia anti segala bentuk penjajahan—maka Abdurrahman Wahid pun terjungkal.

Megawati naik menjadi presiden. Dua tahun kepemimpinan Megawati, dalam Pemilu Presiden 2004, rakyat lebih memilih pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Megawati pun balik kandang. Apa makna pergantian kepemimpinan di Jakarta terhadap nasib rakyat Aceh?

Secara jujur harus diakui bahwa pergantian kepemimpinan itu tidak membawa pengaruh apa-apa terhadap kehidupan dan rasa bathin rakyat Aceh. Sejak Suharto jatuh Mei 1998 dan diikuti dengan terbukanya ruang publik, maka rakyat Aceh menuntut tiga hal: tarik pasukan DOM (Daerah Operasi Militer) non-organik dari Aceh karena telah menyebabkan terjadinya 1.7272 kasus pelanggaran HAM sangat berat, adili para pelanggar HAM yang telah menyengsarakan rakyat Aceh, dan beri ganti rugi kepada korban dan keluarga korban yang hartanya dijarah, dibakar, perempuannya diperkosa dan dilecehkan, maupun korban yang hilang nyawanya.

Tapi sikap Jakarta ternyata masih keras kepala. Pasukan non-organik bukannya ditarik tapi malah ditambah.

Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati sama saja dengan kelakuan rezim Orde Baru Suharto terhadap rakyat Aceh. Mungkin sekarang hal ini sudah dilupakan kebanyakan rakyat Indonesia, karena bangsa ini memang memiliki memori yang pendek.

Ada sejumlah pihak yang menyebut berbagai operasi militer Jakarta terhadap rakyat Aceh (karena bukan hanya GAM yang dibunuh dan disiksa, makanya disebut rakyat Aceh secara keseluruhan) merupakan sebuah genosida, pembasmian satu etnis yang disengaja. Cara-cara teror, siksaan, dan pembunuhan terhadap rakyat Aceh pun nyaris sama dengan apa yang dialami oleh Muslim Bosnia yang dibasmi oleh pasukan salib Serbia. Suatu hari, harus diadakan penelitian terhadap kejahatan perang Jakarta terhadap rakyat Aceh dengan jujur dan adil, agar kebenaran dapat tegak.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus