free hit counters
 

Sejarah Nanggroe Atjeh Darussalam (7)

Redaksi – Jumat, 31 Mei 2019 17:45 WIB

Di awal abad ke-16 saja, setelah lama jatuhnya kekuatan Islam di Baghdad dan Cordoba, dunia mengenal lima kekuatan besar Islam. Menurut Wilfred Cantwell Smith dalam Islam in Modern History, kelima besar Islam dunia itu adalah: Kekhalifahan Turki Utsmaniyah di Asia Kecil yang berpusat di Istanbul, Kerajaan Maroko di Afrika Utara yang berpusat di Rabat, Kerajaan Isfahan di Timur Tengah yang berpusat di Persia, Kerajaan Islam Mughol di anak benua India yang berpusat di Acra, dan yang kelima adalah Kerajaan Aceh Darussalam di Asia Tenggara yang berpusat di Banda Aceh.

Sejarawan Aceh A. Hasjmi memaparkan, “Kemunculan lima besar kekuatan Islam dalam arena percaturan internasional dilihat dengan cemas oleh Dunia Barat Kristen, karena mungkin sekali menurut analisa mereka, bahwa kekuatan Islam yang baru ini akan membangun kembali Zaman Baghdad dan Zaman Cordova dengan gaya baru.” Yang membuat Barat Kristen (maksudnya Eropa) cemas karena mereka melihat kekuatan Islam terus berkembang. Kerajaan Islam Maroko berkembang pengaruhnya dari Afrika Utara ke seluruh Afrika, bahkan ada kemungkinan Thariq bin Ziyad yang baru akan menyeberangi Selat Gibraltar menuju Bumi Andalusia.

Kekhalifahan Turki Utsmaniyah setelah menduduki seluruh Asia Kecil, mereka mulai membebaskan pulau-pulau di Lautan Tengah, menyeberangi Selat Dardanella ke arah Balkan, hingga tentaranya yang hebat telah berada di gerbang kota Wina dan sangat mungkin menduduki jantung Eropa, jantungnya Terra Biblica!.

Kerajaan Islam Isfahan yang juga kuat dilihatnya sedang mengambangkan kekuasaannya ke Barat dan Timur, menuju Tashkent Kazakhstan. Kerajaan Islam Acra dilihat akan menyeberangi Pegunungan Himalaya menuju Nepal dan Tibet. Lalu Kerajaan Aceh Darussalam yang berkembang pesat di Asia Tenggara, angkatan lautnya telah menguasai hampir seluruh pulau Sumatera dan Malaya. Pengaruh dakwah Islam kerajaan Aceh Darussalam juga telah mewarnai gugusan kepulauan Nusantara. Inilah yang menyebabkan Barat Kristen bersatu untuk menyerang, menjajah, dan merampok kekayaan negeri-negeri Islam tersebut. Selain saja tentunya, nafsu imperialisme yang ingin mengeruk kekayaan sebanyak-banyaknya. (Bersambung/Rizki Ridyasmara)

———————————-



[1] Prof. Dr. HAMKA, ibid, hal.153

[2] Ibid, hal.155.

[3] DR. T. H. Mohamad Hassan: Salah Seorang Pendiri Republik Indonesia dan Pemimpin Bangsa; ditulis oleh Drs. Dwi Purwoko, Sinar Harapan, Jakarta, 1995.

[4] Ibid, hal.5.

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru