free hit counters
 

Pengakuan Eks Pilot Pesawat Tempur Soal Motif Jahat Pemerintah Israel

Redaksi – Senin, 4 Syawwal 1442 H / 17 Mei 2021 19:00 WIB

Shapira mengatakan, pendudukan Israel terhadap Palestina adalah sebuah kejahatan perang.

Tindakan Shapira dan teman-temannya yang mengundurkan diri dari militer ingin memberikan pesan kepada orang-orang Israel, pemerintah, dan seluruh dunia bahwa tindak kriminal dan kejahatan perang saat ini sedang berlangsung.

“Pendudukan ini adalah tindak kriminal yang sedang berlangsung dan kejahatan perang, dan kami tidak ingin terus mengambil bagian dalam kejahatan perang ini,” ujar Shapira.

Shapira mengatakan, tujuannya bergabung dengan militer adalah untuk melindungi warga. Namun, jika ingin melindungi warga, dia harus berada di samping Palestina dan bukan menjadi bagian dari tentara Israel.

“Ini adalah proses psikologis dan sangat sulit, tetapi begitu Anda menyadari bahwa Anda adalah bagian dari organisasi teroris, Anda memahami bahwa Anda harus mengatakan tidak, Anda harus mengambil konsekuensi,” ujar Shapira.



Setelah keluar dari militer, Shapira bekerja di tempat lain. Namun, dia dipecat dari semua pekerjaannya karena ikut menyuarakan dan mendukung hak-hak Palestina.

Bahkan, Shapira menggelar konferensi internasional dan mengungkap bahwa Israel saat ini melakukan kejahatan perang terhadap Palestina. Saat ini, Shapira telah pindah dan melanjutkan hidupnya di Norwegia.

“Saya adalah bagian dari Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS). Saya mengatakan bahwa Israel adalah negara apartheid, dan saya mengatakan bahwa pemerintah dan komandan saya adalah penjahat perang,” kata Shapira.

Sebanyak 192 warga Palestina, termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita, telah tewas dan 1.235 lainnya terluka sejak Israel memulai serangan udara di Gaza pada 10 Mei.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Berita Terbaru