free hit counters
 

Banyak Perempuan Spanyol Tertarik Islam

Redaksi – Selasa, 5 Jumadil Awwal 1439 H / 23 Januari 2018 07:00 WIB

Eramuslim.com –┬áSebuah website Spanyol Lapurbontia melaporkan: bahwa Maria Mercedes, 23 tahun memeluk Islam setelah kembali dari liburan selama sebulan yang dihabiskan di Mesir.

Maria tidak hanya mengucapkan dua kalimat syahadat saja, tetapi juga merubah namanya menjadi “Aisha”, nama yang disukainya sejak berumur 16 tahun, karena itu nama istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Situs tersebut melaporkan bahwa kehidupan, “Aisha” sebelumnya penuh dengan kontradiksi, terutama dalam bidang pekerjaan, tetapi dia menemukan bahwa ada kesamaan antara Injil dan Qur’an, tetapi menemukan banyak jawaban dalam Al-Qur’an atas permasalahan yang dahulu dicarinya, sehingga dia lebih memilih memeluk Islam dan banyak membaca tentang kehidupan Nabi shallallahu ‘alaihi wasalla dan istri-istri beliau.

Perlu disebutkan bahwa Aisha menikah dengan Saif Jawaz, pria berkebangsaan Yunani, yang lebih dahulu telah mengumumkan keislamannya juga, dan mereka telah dikaruniai dua orang anak, yang pertama berumur tujuh tahun dan yang kedua sepuluh bulan, dengan demikian mereka juga memeluk Islam.

Website tersebut juga melaporkan bahwa Aisha menyatakan kebanggaannya sebagai seorang Muslimah dan memakai jilbab.

Wanita Spanyol lain masuk Islam:

Sebelumnya, seorang wanita Katolik berkebangsaan Spanyol lain memeluk Islam, dan menjadi ketua persatuan wanita Muslimat di Spanyol, mengisyaratkan bahwa mereka memilih Islam karena memberikan lebih banyak hak kepada mereka.

Koran Turki dalam edisi berbahasa Inggrisnya “Hurriyet” melakukan wawancara dengan “Laura Rederiggs” yang menunjukkan bahwa dia memilih Islam karena memberikan hak-hak kepada wanita lebih banyak dari yang diberikan Katolik, Islam memberikannya hak dalam pendidikan, hak-hak hukum dan kebebasan pribadi. “

Dia menambahkan: “wanita Katolik tidak bisa berkomunikasi dengan Allah secara langsung … misinya hanya melahirkan anak, dan tidak punya hak untuk bercerai, sebagaimana mengontrol kelahiran juga dilarang.”

Dan “Laura” berusaha membela hak-hak umat Islam di Spanyol, dan sangat mengkritisi sikap media masa di sana terhadap Islam, dimana mereka selalu menyerang dengan tuduhan kepada para imigran muslimin.(kk/voi)

Dakwah Mancanegara Terbaru

blog comments powered by Disqus