Sampai Buat Tim untuk Fitnah Islam, Wendy Lofu Ceritakan Perjalanannya Menjadi Mualaf

eramuslim.com – Wendy Lofu, seorang mualaf berdarah Tionghoa yang mengakui sebelum memeluk agama Islam sempat membuat tim untuk memfitnah dan menghina Islam dan dulunya dia mengaku sangat rasis terhadap agama Islam.

Tim yang dibentuk Wendy Lofu adalah tim online di Yahoo Mail dengan tujuan berusaha memfitnah Al-Quran dan menurutnya Islam sangat mudah di fitnah ketika memiliki bukti yang diperoleh dari Al-Quran.

Namun pada akhirnya Wendy Lofu meninggalkan tim yang dibuat untuk memfitnah Islam karena tidak menemukan satu bukti pun yang bisa digunakan untuk memfitnah meskipun sudah tiga kali khatam Al-Quran, namun tidak ada satu buktipun yang bisa ditemukan sebagai bahan fitnah dan hinaannya terhadap Islam.

“Saya bilang udah kita bubar aja, toh nggak mungkin lagi ketemu sama yang namanya kesalahan. Tujuan kita untuk memfitnah Islam itu nggak mungkin ada lagi. Yang kita baca sudah bolak-balik tiga kali yang kata orang Islam khatam, nggak ketemu salahnya.

Untuk apa lagi kita bentuk tim ini”, kata Wendi Lofu dalam sebuah video lawas yang ditayangka di kanal YouTube Vertizone TV dengan judul ‘Sampai Buat Tim Untuk Fitnah Islam – Kisah Mualaf Wendy Lofu’, dilihat pada, Selasa 5 April 2022.

Awalnya, Wendy Lofu mempelajari Al-Quran bukan karena tertarik dengan agama Islam, melainkan hanya untuk mencari celah dan bukti sebagai bahan fitnaannya terhadap agama Islam.

Salah satu bukti yang ingin ditemukan Wendy Lofu adalah tentang poligami dalam Islam karena menurutnya itu sangat berpotensi untuk dijadikan bahan fitnaannya terhadap Islam karena terjadi perbedaan pendapat, terutama di kaum Wanita tentang poligami.

Dalam video lawas yang ditayangkan tentang perjalanan mualaf Wendy Lofu, dia terlihat menangis saat mengingat betapa nakalnya dia dulu mencari celah dalam Islam terkait dengan poligami yang menganggap bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang Hiperseks karena memiliki lebih dari satu istri.

“Poligami itu dulu, maaf ya maaf banget semoga tidak ada yang tersinggung. Buat saya poligami itu, ya mencerminkan kalau Rasulullah itu hiperseks gitu. Jaman pemikiran waktu kafir itu ya seperti itu dan harus saya akuin gitu”, lanjutnya.