Geisz Chalifah: Dari Jakarta, Kita Rebut Indonesia 2019 Secara Konstitusional

Eramuslim.com – Kemarin, 19 April setahun lalu, hari masih terbilang pagi, Deni JA mengirim pesan whatsap pada saya memberi kabar hasil exit poll LSI juga berisi ucapan, “Selamat Datang Gubernur Baru”

Hari masih pagi, perhitungan suara belum dimulai. Saya baru saja kembali ke rumah dari beberapa TPS, mengontrol jalannya pemilihan di wilayah saya.

Membaca pesan dari Denny JA, mata saya basah. Istri saya bertanya: Ada apa ? Saya mengabarkan Anies menurut perhitungan LSI Denny JA menang telak. Spontan dia berucap, “Alhamdulillah” terlihat matanya berkaca-kaca.

Beberapa saat sebelumnya istri saya sangat khawatir, ketika kami sekeluarga mendatangi TPS untuk memilih. Beberapa orang yang entah dari mana yang tak dikenal dan bukan warga sekitar, memvideokan saya dan anak-anak, seorang perempuan dan beberapa laki-laki berbadan tegap.

Anak laki-laki saya mau bereaksi mempertanyakan siapa mereka, segera saya tahan. Saya katakan: Tenang saja! Biarkan saja mereka mau melakukan apa saja, selama tak mengganggu.

Ketidakadilan yang kami rasakan dari pihak berwenang selama Pilkada membuat saya berhati-hati dalam bertindak. Pembiaran pada mereka pembuat onar namun cepat dan tanggap pada setiap laporan terhadap kami para pendukung Anies-Sandi membuat emosi warga mudah tersulut.

Tak lama kemudian beberapa teman dari FBR datang mencari orang yang tak jelas tadi namun mereka sudah pergi. Saya menenangkan agar tak terjadi keributan.

Saya membaca berulang ulang pesan Denny JA, kemudian dengan hati bergetar, segera mengambil wudhu lalu melakukan sholat sunah kemudian sujud syukur atas rahmat yang Allah berikan. Sepanjang sholat airmata tak henti-hentinya menetes. Hari itu rasa-rasanya bila nyawa diambil pun saya ikhlas setelah perjuangan panjang yang mendebarkan itu tuntas ditunaikan.