free hit counters
 

Syahid karena Penyakit Tho’un

Gilang – Kamis, 12 Safar 1436 H / 4 Desember 2014 07:25 WIB

sigit1assalamualikum.wr.wb.

saya ingin bertanya,mati syahid itu ada 7 (tujuh) macam yang salah satunya adalah mati karena penyakit Tho’un.
penyakit Tho’un itu penyakit apa? mengapa karena penyakit itu,manusia bisa dikatakan mati syahid?
sebelumnya,terimakasih atas jawabannya.

wassalamualikum.wr.wb.

Gilang

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Gilang yang dimuliakan Allah swt

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apa yang kalian kira tentang orang-orang yang syahid diantara kalian.” Para sahabat berkata,”Wahai Rasulullah orang yang terbunuh di jalan Allah adalah syahid.” Beliau saw bersabda,”Kalau begitu (halnya) sungguh orang-orang yang syahid dari umatku sedikit sekali.” Para sahabat bertanya,”Maka siapakah mereka wahai Rasulullah?” beliau saw bersabda,”Orang yang terbunuh di jalan Allah maka dia syahid, orang yang mati di jalan Allah maka dia syahid, orang yang mati karena penyakit tho’un mka dia syahid dan orang yang mati karena sakit perut maka dia syahid.” Ibnu Miqsam mengatakan,”Aku menyaksikan ayahmu tentang hadits ini bahwa beliau saw bersabda,”dan orang yang tenggelam adalah syahid.”

Sedangkan didalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda,’Penyakit tho’un adalah (sebab) kematian syahid setiap muslim.”

Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Nasai dengan sanad yang shahih dari Jabir bin Atik bahwa nabi saw bersabda,”Mati syahid itu ada tujuh macam—selain perang di jalan Allah—yaitu syahid karena penyakit tho’un, syahid karena tenggelam, syahid karena lumpuh, syahid karena sakit perut, syahid karena terbakar, orang yang mati karena tertimbun reruntuhan maka ia syahid, perempuan yang mati karena melahirkan maka ia syahid.”

Didalam kamus al Mu’jam al Wasith disebutkan bahwa tho’un berarti penyakit bengkak yang mewabah yang disebabkan oleh tikus yang kemudian berpindah ke tikus lainnya melaui kutu-kutu hingga ke tubuh manusia.

Sementara itu makna etimologinya menurut Imam Nawawi bahwa tho’un adalah bisul-bisul yang terdapat pada tubuh, ia bisa terdapat di ketiak, siku, tangan, jari jemari bahkan seluruh badan dengan disertai pembengkakan atau rasa sakit sekali. Bisul itu juga keluar dengan disertai memar yang menjadikan daerah sekitarnya berwarna hitam atau hijau atau merah keruh sehingga menyebabkan jantung berdebar-debar dan muntah-muntah.

Ibnu Qoyyim al Jauziyah—setelah menjelaskan tentang hubungan wabah dengan penyakit tho’un—mengatakan bahwa bisul-bisul, bengkak-bengkak dan luka-luka ini adalah tanda-tanda penyakit tho’un.

Kata tho’un ini diungkapkan dalam tiga macam :

1. Tanda-tanda tho’un, inilah yang disebutkan oleh para dokter.

2. Kematian yang terjadi dikarenakan olehnya (tanda-tanda diatas), inilah yang dimaksud didalam hadits shahih,”Tho’un adalah (sebab) kematian syahid setiap muslim.”

3. Sebab yang mengakibatkan penyakit ini, terdapat didalam hadits shahih,”ia (tho’un) adalah sisa adzab yang dikirimkan kepada Bani Israil.” Disebutkan pula didalam sebuah hadits,”Ia (tho’un) adalah penyakit disebabkan musuh kalian dari kalangan jin.” (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 10246)

Adapun mengapa kematian dikarenakan penyakit tho’un dianggap syahid sebagaimana kematian dikarenakan peperangan? Selain hadits-hadits diatas, maka ia juga disebutkan didalam riwayat Ahmad dengan sanad hasan dari ‘Utbah bin Abdus Sulamiy,”Didatangkan orang-orang yang syahid dan juga orang-orang yang mati karena penyakit tho’un. Lalu orang-orang yang (mati) karena penyakit tho’un mengatakan,’Kami adalah para syuhada (orang-orang yang syahid).’ Lalu dikatakan,”Lihatlah… jika luka-luka mereka seperti luka-luka yang diderita para syuhada dengan mengalirkan darah dan mengeluarkan bau kesturi maka mereka adalah syuhada, dan itu pun terdapat pada mereka (para penderita tho’un).”

Didalam riwayat Bukhori dari Aisyah berkata,”Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang tho’un. Lalu Nabi Allah swt memberitahu bahwa ia adalah suatu adzab yang dikirim Allah kepada orang yang dikehendaki-Nya lalu Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seorang hamba menderita penyakit tho’un lalu dia menetap di negerinya dengan kesabaran serta mengetahui bahwa tidaklah suatu musibah menimpa dirinya kecuali telah ditetapkan Allah atasnya kecuali dia akan diberikan ganjaran seperti ganjaran syahid.”

Dari penuturan hadits ditas dapat disimpulkan bahwa pahala syahid bagi orang menderita penyakit tho’un dikarenakan :

1. Orang itu tetap didalam kesabaran berada di lokasi tempat dia menderita penyakit tho’un itu dan tidak keluar dan lari darinya.

2. Orang itu menyadari bahwa tidaklah suatu musibah menimpa dirinya kecuali bahwa hal itu telah ditetapkan oleh Allah swt.

Seandainya seorang yang menderita penyakit tho’un menetap di tempatnya dan tidak keluar darinya dengan perasaan kesal dan menyesal menyangka bahwa seandainya dirinya keluar darinya tentu dia tidak akan menderita penyakit ini dan karena dirinya berada di tempatnyalah maka ia terkena penyakit ini. Maka orang yang seperti ini tidaklah mendapat pahala syahid walaupun mati karena penyakit tho’un.

Demikianlah pemahaman yang dimaksud dari hadits itu sebagaimana maksud dari perkataannya saw bahwa orang yang disifatkan dengan sifat-sifat yang telah disebutkan itu maka baginya pahala syahid walaupun mati bukan karena penyakit tho’un.

Adapun syahid dikarenakan penyakit tho’un maka di akherat dirinya akan mendapatkan pahala syahid sedangkan di dunia ia tetap dimandikan dan dishalatkan. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 10250)

Wallahu A’lam

Ustadz Sigit Pranowo Lc

Bila ingin memiliki  karya beliau dari  kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawab , silahkan kunjungi link ini : Resensi Buku : Fiqh Kontemporer yang membahas 100 Solusi Masalah Kehidupan…
loading...

Ustadz Menjawab Terbaru

blog comments powered by Disqus