Obama Perintahkan Kirim 30.000 Pasukan Tambahan ke Afghanistan
Presiden AS Barack Obama memerintahkan pengiriman sekitar 30.000 pasukan tambahan ke Afghanistan. Perintah itu merupakan bagian dari strategi baru AS di Afghanistan yang akan disampaikan Obama dalam pidato resmi kenegaraannya pada hari Selasa waktu setempat dari akademi militer AS West Point.
Obama sudah memanggil para petinggi militernya pada hari Minggu malam ke Ruang Oval Gedung Putih terkait pengiriman pasukan tambahan itu. Dan hari ini atau hari Senin waktu AS, Obama menghubungi para pimpinan negara-negara yang menjadi sekutu AS dalam perang di Afghanistan, antara lain Inggris, Prancis dan Rusia serta Perdana Menteri Australia, untuk meminta jaminan dukungan pengiriman pasukan tambahan tersebut.
Surat kabar Prancis Le Monde dalam laporannya menyebutkan, Obama meminta Prancis untuk mengirimkan sekitar 1.500 pasukan tambahan. Sementara PM Inggris Gordon Brown sudah menyatakan siap mengirimkan 500 pasukan tambahan pada awal Desember dan berkomitmen untuk menambah pasukannya di Afghanistan sampai mencapai jumlah 10.000 pasukan. Sementara PM Australia, Kevin Rudd bersedia mengirimkan pasukan yang akan melatih polisi-polisi Afghanistan dan sejumlah pakar bantuan kemanusiaan ke Negeri Para Mullah.
Dengan penambahan pasukan sebanyak 30.000 orang, maka total jumlah pasukan AS di Afghanistan lebih dari 100.000 tentara. Jumlah sebanyak itu menjadi persoalan tersendiri bagi AS yang sedang dilanda krisis ekonomi dan tingkat pengangguran yang tinggi, karena AS harus menyediakan dana sebesar 75 juta dollar per tahun untuk membiayai pasukannya di Afghanistan.
Secara keseluruhan, AS akan menghabiskan dana hampir 1 triliun dollar sampai akhir tahun fiskal 2010 untuk mendanai perangnya di Irak dan Afghanistan. Selain itu, selama hampir delapan tahun perang, sedikitnya 900 tentara AS tewas di Afghanistan.
Rencana AS menambah pasukannya di Afghanistan dikritik oleh Presiden Pakistan Yousuf Raza Gilani yang khawatir penambahan pasukan akan berdampak pada stabilitas di dalam negerinya. Dalam wawancara hari Minggu kemarin, Gilani mengatakan, penambahan pasukan AS akan mendorong makin banyaknya militan dari Afghanistan yang masuk ke wilayah Pakistan dan mereka akan membuat kekacauan di Pakistan. (ln/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Protes Larangan Menara di Swiss
Selasa, 01/12/2009 14:21 WIB - Siapakah Mursyid Ikhwan Mendatang?
Selasa, 01/12/2009 12:39 WIB - Dephan Israel Bentuk Pasukan Khusus "Dunia Maya"
Selasa, 01/12/2009 11:27 WIB - Stasiun Televisi Misterius "Saddam TV" Mengudara di Irak
Selasa, 01/12/2009 09:59 WIB - Pelarangan Menara Masjid di Swiss Menjalar ke Eropa
Selasa, 01/12/2009 09:17 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




