Sejarah Singkat Penulisan Alquran sejak Awal Masa Kenabian Arab hingga Sempurna

Usaha penyempurnaan penulisan mushaf Alquran dilanjutkan lagi dengan memberikan tanda pada akhir ayat, pembagian Alquran atas 30 juz, pembagian juz atas hizb, dan pembagian hizb atas arba’ yang masing-masing menggunakan tanda-tanda khusus. Selain itu, pemberian nomer secara berurutan juga perlu dilakukan agar dapat mengetahui jumlah ayat yang terdapat dalam satu surat.

Salah seorang ahli khat (kaligrafi) bernama Khalid bin Abi al-Hayyaj yang terkenal dengan keindahan tulisannya juga turut serta dalam rangka penyempurnaan penulisan Al-Qur’an.

Pada waktu itu penulisan Alquran menggunakan khat Kufi sampai akhir abad ke-4. Kemudian pada awal abad ke-5, penulisan Alquran diganti menggunakan khat Naskhi yang sudah dilengkapi dengan baris, titik, tanda baca, tanda ayat, tanda juz, dan tanda lain yang dapat kita saksikan pada Alquran sekarang ini. (Okz)