Gillian Gibson Akhirnya Bebas dan Kembali ke Inggris

Gillian Gibson, seorang guru asal Inggris yang mengajar sebuah sekolah di Sudan akhirnya dibebaskan dari hukuman 15 hari penjara setelah mendapat pengampunan presiden Sudan.

Gibson beberapa waktu lalu dinyatakan bersalah karena mengizinkan seorang siswanya menggunakan nama Muhammad untuk boneka beruangnya. Tindakan Gibson dianggap melecehkan Islam dan Nabi Muhammad Saw. Kasus ini sempat menimbulkan ketegangan hubungan antara Sudan dan Inggris.

Negosiasi dilakukan oleh pemerintah Inggris untuk membebaskan Gibson, dan terakhir dua anggota parlemen Inggris yang Muslim, Lord Nazir Ahmad dan Baroness Sayeeda Warsi datang ke Sudan untuk menegosiasikan pembebasan Gibson. Keduanya langsung menemui Presiden Sudan Omar al-Bashir hari Senin (3/12).

Setelah dibebaskan, Gibson langsung terbang ke Inggris. Dalam pernyataannya, ia minta maaf jika telah menimbulkan "ketidaknyamanan."

"Saya sangat menghormati agama Islam dan tidak akan dengan sengaja menyinggung siapa pun, saya minta maaf jika sudah menimbulkan ketidaknyamanan, " ujarnya.

Aparat kepolisian menjaga ketat bandara Khartoum, ketika Gibbons akan kembali ke negaranya. Dewan Ulama Muslim-lembaga yang sangat berpengaruh di Sudan mendesak pemerintah agar tidak memberikan pengampunan pada Gibbons, karena akan menjatuhkan citra Khartoum di mata dunia Islam. Sementara itu, pada hari Jumat pekan kemarin, ratusan orang turun ke jalan di ibukota Sudan, beberapa di antaranya membawa pedang dan bendera-bendera bernuansa relijius. Mereka menyerukan eksekusi terhadap Gibbons. (ln/aljz)