Warga Muslim India Peringatkan Turis Inggris

Organisasi Islam, intelektual dan para ulama di India, mengeluarkan peringatan agar pemerintah India tidak memberikan warga atau kelompok apapun yang datang dari Inggris untuk menyaksikan merayakan perayaan Shaurya Diwas. Perayaan ini adalah peringatan ke 150 tahun Perang Kemerdekaan India atas penjajahan Inggris.

Seorang ulama di Lucknow, Maulana Kalbe Jawwad dan juga pemimpin masjid Tile Wali, Maulana Fazlur Rahman memperingatkan, jika pemerintah mengizinkan warga Inggris atau kelompok yang datang dari Inggris untuk masuk ke India, dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atas keselamatan mereka. Dengan ribuan orang yang datang ke peringatan Vijay Diwas, maka dikhawatirkan keadaan sewaktu-waktu bisa tak terkendali. Dan jika dalam situasi demikian ada beberapa warga Inggris, baik jurnalis ataupun turis, dikhawatirkan massa akan meluapkan emosi kepada mereka.

"Maka demi keselamatan bersama, kami tidak ingin ada warga Inggris dipermalukan di wilayah ini, " ujar Maulama Kalbe Jawwad.

"Peringatan ini merayakan pengorbanan ratusan warga India pada tahun 1857 untuk mengusir Inggris dari tanah mereka. Tradisi ini mendarah daging dalam jiwa masyarakat India, " ujarnya menambahkan.

Pemerintah India memutuskan untuk merayakan Shaurya Diwas. Namun pemerintah India juga memperingatkan warganya agar tak memperingati hari pengorbanan para pahlawan ini dengan berlebihan. Pemerintah India juga melarang warga berorasi, dan apabila ada yang melanggar akan dikenakan sanksi semua hukum yang ada. Namun inisiatif warga Muslim India memperingatkan turis dari manca negara, terlebih dari Inggris sangatlah dihargai. (Herry Nurdi/ Indiatimes)