free hit counters
 

Inilah Penyebab, Kekalahan Khubilai Khan di Jawa

Redaksi – Senin, 20 Jumadil Awwal 1439 H / 5 Februari 2018 08:00 WIB

Eramuslim.com – MONGOL sukses mengembangkan imperium yang luas karena angkatan daratnya ulung, khususnya keahlian dalam berkuda. Imbasnya, pada abad ke-13 M, seluruh daratan Eurasia tak luput dari kehadiran orang-orang Mongol. Kesuksesan itu masih diwarisi oleh Khubilai Khan hingga dia menaklukkan seluruh Tiongkok.

Namun, kelihaian mereka berperang tersendat ketika menghadapi kondisi wilayah Asia Tenggara. “Bala tentara China-Mongol di negeri-negeri itu hanya menemui kegagalan atau keberhasilan sementara,” tulis George Coedes dalam Asia Tenggara Masa Hindu-Buddha.

Kalah Karena Kuda

Adieyatna Fajri, dosen arkeologi Universitas Gadjah Mada, mengatakan praktik menggunakan kuda sebagai alat militer sudah lama digunakan orang-orang di kawasan Asia Tengah. Melalui teknik melatih orang dan kuda, bangsa Mongol menciptakan pasukan yang bisa melakukan ekspedisi penaklukkan yang luas.

“Pasukan kavaleri semacam ini sangat efektif untuk menyerang daerah-daerah yang kebanyakan penduduknya sedenter (menetap),” jelas Fajri kepada Historia.

Namun, kata Fajri, kepiawaian berperang dengan kuda juga harus didukung kondisi medan perang yang luas. Pasukan berkuda memang terbukti berjaya di Asia Tengah. Tapi itu bukanlah jawaban untuk meraih sukses serupa di Asia Tenggara. Sepertinya mereka kesulitan mengaplikasikan ilmu itu di tanah ini, yang wilayahnya bukan berupa padang stepa.

“Kuda itu paling cocok habitatnya di Asia Tengah yang daerahnya stepa,” lanjutnya. Karenanya dia pun yakin kegagalan Mongol di Asia Tenggara disebabkan strategi kavaleri mereka tak berjalan sebagaimana sebelumnya.

Dalam sumber Tiongkok, yang tercatat di Sejarah Dinasti Yuan, ketika menyerang Jawa, pasukan Mongol dibagi dalam dua kekuatan. Kekuatan pertama dikirim lewat jalur darat. Separuh lainnya lewat jalur laut menggunakan kapal. Mereka pergi ke pedalaman Jawa lewat Sungai Sugalu (Sedayu). Dari sana menuju sungai kecil Pa-tsieh (Kali Mas).

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

loading...

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus