free hit counters
 

Snouck Hurgronje Non Muslim, Kok Bisa Masuk Makkah dan Madinah?

Redaksi – Senin, 12 Zulhijjah 1441 H / 3 Agustus 2020 13:30 WIB

Eramuslim.com – Bagaimana Christiaan Snouck Hurgronje bisa memasuki Makkah, kota yang tertutup bagi non-Muslim itu?

Pertama-tama, kita mesti ingat. Sarjana tersebut menggunakan nama samaran yang terdengar begitu islami: Abdul Ghaffar. Selain itu, ia fasih berbahasa Arab.

Bahkan, beberapa sumber menyebut Christiaan hafal Alquran dan piawai mengutip kitab-kitab hadis yang otoritatif. Di samping itu, ia pun selalu mengenakan busana jubah Arab setidaknya sejak lima bulan di Jeddah. Tak mengherankan bila ia memancarkan kesan sebagai seorang Muslim.



Namun, ia tentu tak hanya mengandalkan dirinya sendiri. E Gobee dalam pengantar Nasihat-nasihat C Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1936 menjabarkan tentang bagaimana sang orientalis bisa menembus Makkah.

Snouck Hurgronje menyambut Pangeran Saud di Leiden University, 1936. Sumber foto: Wikimedia Commons

Dalam memoarnya, Christiaan mengakui, dia sejak di Negeri Belanda telah berhasrat untuk dapat pergi ke Makkah. Ia ingin menyaksikan dan merasakan langsung denyut aktivitas Mohammedan dari berbagai penjuru bumi di jantung dunia Islam itu. Misi yang diberikan pihak konsulat Belanda itu pun disambutnya dengan baik.

Untuk bisa melewati gerbang Kota Suci, seseorang pastinya harus merupakan Muslim. Demi keamanan dan kelancaran misinya, Christiaan pun berpurapura memeluk Islam. Ini kelak diakuinya dalam sebuah surat teruntuk orientalis Jerman, Carl Bezold, 18 Februari 1886.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Historia Terbaru