Konten Pro-Palestina Dikebiri, Karyawan Facebook Protes

Selain itu, seruan lain merujuk pada unggahan Perdana Menteri penjajah Israel, Benjamin Netanyahu yang menggambarkan warga sipil Palestina sebagai teroris ke dewan pengawas independennya. Facebook telah mengakui masalah tersebut.

“Kami tahu ada beberapa masalah yang memengaruhi kemampuan orang untuk berbagi di aplikasi kami. Sementara kami memperbaikinya, masalah itu seharusnya tidak pernah terjadi dan kami minta maaf kepada siapa pun yang percaya ini adalah penekanan suara mereka yang disengaja,” kata Facebook kemarin.

Pihak Facebook menyebut mereka telah merancang kebijakan untuk memberikan suara kepada semua orang dan menerapkannya secara seimbang, terlepas dari siapa yang mengunggahnya.

Dikutip Middle East Monitor, Kamis (3/6), penindasan konten pro-Palestina oleh Facebook dan Instagram mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama serangan Israel.

Sejumlah kantor berita Palestina dan pelapor khusus PBB mengirim pengaduan resmi ke Facebook terkait hal kebebasan berpendapat dan berekspresi. Mereka meminta agar Facebook meninjau masalah itu secepatnya.

Upaya Facebook untuk menekan konten pro-Palestina adalah bagian dari kampanye yang lebih luas untuk mengurangi kritik terhadap Israel di media dan masyarakat.

Dalam contoh terbaru, BBC menghapus serangkaian video pendidikan tentang Palestina dan asal-usul proyek penjajahan Israel yang sedang berlangsung setelah tekanan dari organisasi pro-Israel. UK Lawyers for Israel (UKLFI) mengklaim bahwa video itu tidak seimbang dan partisan.[rol]