Penyiar TV Anti-Rezim Teheran Ditikam di Depan Rumahnya di London

Iranian journalist Pouria Zeraati stabbed in London street

Eramuslim.com – Seorang penyiar Iran International, kanal televisi berbasis di Inggris yang kerap mengkritisi rezim Teheran, ditikam berkali-kali di depan rumahnya di London.

Iran International, yang banyak meliput tentang demonstrasi anti-pemerintah Iran pada 2022, mengatakan Pouria Zeraati, 36, diserang oleh sekelompok orang.

Metropolitan Police, atau biasa disebut The Met (Police), mengatakan petugas dari unit kontraterorisme memimpin penyelidikan kasus penikaman itu, lapor BBC Jumat (29/3/2024).

Korban dalam kondisi stabil di rumah sakit, kata kepolisian kota London itu.

Kepala unit kontraterorisme Commander Dominic Murphy, mengatakan anak buahnya mencari berbagai kemungkinan motif dari serangan itu.

The Met mengatakan petugas dari unit kontraterorisme yang diserahkan tugas untuk menangani kasus itu disebabkan pekerjaan korban sebagai seorang jurnalis media berbahasa Persia yang berbasis di Inggris. Selain itu, ada fakta bahwa sejumlah ancaman sudah diterima oleh kalangan jurnalis seperti korban.

Murphy mengatakan patroli tambahan dikerahkan di sekitar lokasi kejadian dan sejumlah titik di London sebagai tindakan pencegahan.

Sejauh ini belum ada tersangka yang ditangkap.

Hampir 18 bulan lalu, Iran International menjadi salah satu penyaji berita-berita tentang aksi protes terhadap pemerintah yang marak terjadi di Iran.

Disebabkan banyaknya ancaman yang pihak yang disokong negara, kanal televisi berbahasa Persia itu memindahkan studio penyiaran ke Washington DC, Amerika Serikat, lalu pindha lagi ke lokasi baru di London pada bulan September 2023.

Menurut The Met Police, sejak awal 2022, ada 15 plot yang berhasil digagalkan oleh petugas baik itu rencana penculikan atau pembunuhan terhadap orang-orang yang bermukim di Inggris yang dipandang sebagai musuh rezim Teheran.

Pada Desember 2023, warga Austria Magomed-Husejn Dovtaev, 31, ditangkap polisi karena  “berusaha mengumpulkan atau merekan informasi yang berguna bagi teroris”.

Menurut The Met, Dovtaev membuat video pada bulan Februari 2023 yang menunjukkan bagian luar dan posisi penjaga keamanan dari gedung Chiswick Business Park di mana kantor pusat Iran International berada.

Pada November 2022 dua jurnalis Inggris keturunan Iran yang bekerja untuk Iran International melaporkan ke pihak kepolisian perihal ancaman terhadap nyawa mereka. Polisi kemudian bertindak dengan menempatkan personelnya di luar studio dan memasang pembatas beton di luar gedung.

Pada saat yang sama ketika itu di Teheran, Menteri Intelijen Iran Ismail Khatib mengumumkan Iran International sudah dinyatakan sebagai organisasi teroris, dengan alasan kanal televisi itu menyulut dan memanas-manasi rakyat untuk melakukan aksi protes terhadap pemerintah.

Awal tahun ini, Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mengumumkan sanksi atas sejumlah komandan Korps Garda Revolusi Iran setelah mereka terungkap – dari hasil investigasi jurnalis kanal televisi swasta Inggris ITV – terlibat dalam rencana pembunuhan dua penyiar televisi Iran International di wilayah Inggris.

(Hidayatullah)

Beri Komentar