Amalan Sunah Sebelum Berangkat Kerja

  1. Sholat Dhuha

Apabila telah berwudu lalu, setelah itu melanjutkan dengan sholat dua rakaat setelah wudu, maka waktu itu merupakan waktu sholat yang dianjurkan. Banyak hadis yang mendorong Muslimin untuk melaksanakannya, di antaranya hadis dari Abu Darda Radhiallahu anhu, ia berkata:

أَوْصاني حبيبي بثلاثٍ لنْ أَدَعهنَّ ما عشتُ: بصيامِ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شهرٍ، وصلاةِ الضُّحى، وأنْ لا أنامَ حتى أُوتِرَ

Artinya: “Kekasihku (Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam) mewasiatkan aku untuk tidak meninggalkan tiga perkara selama aku masih hidup: puasa tiga hari di setiap bulan, Sholat Dhuha, dan tidak tidur sampai aku Sholat Witir.” (HR Muslim Nomor 722)

Hadis yang mirip juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata:

أَوْصاني خليلي صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بثلاثٍ: صيامِ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شهرٍ، وركعتي الضُّحى، وأنْ أُوتِرَ قبل أن أرقُدَ

Artinya: “Kekasihku (Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam) mewasiatkan aku tiga perkara: puasa tiga hari di setiap bulan, dua rakaat Sholat Dhuha, dan Sholat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari Nomor 1178, Muslim Nomor 721)

Beberapa ulama salaf banyak yang meriwayatkan tentang Sholat Dhuha ini. Soal jumlah rakaat Sholat Dhuha bebas melakukan berapa banyak yang dikehendaki.

Waktu Sholat Dhuha biasanya setelah terbit matahari dan tingginya kira-kira satu tombak sampai tergelincir. Paling utama adalah seperempat siang atau sekira pukul 09.00, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis terdahulu, “Salatnya orang-orang yang bertaubat adalah ketika hari mulai panas.” (okz)

Wallahu A’lam.