Sumpah Pemuda Itu Terjadi Tahun 1950, Bukan 1928

Eramuslim.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menilai ungkapan yang disampaikan penulis sekaligus sejarawan Batara Richard Hutagalung tidak perlu dipersoalkan. Ini terkait klaim tidak ada pengucapan ikrar Sumpah Pemuda pada tahun 1928.

Richard sebelumnya mengatakan kalau Sumpah Pemuda baru terjadi dalam hasil kerapatan pemuda di tahun 1950-an. Muhadjir menilai kalau pemberian makna terhadap suatu peristiwa itu merupakan hal yang bisa dan biasa saja terjadi.

“Setiap rekonstruksi peristiwa untuk ‘disejarahkan’, pasti memiliki perspektif tertentu dan mengandung unsur inter-subyektifitas,” kata Muhadjir saat dihubungi Suara.com, Jumat (30/10/2020).

Menurutnya dengan hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, Muhadjir mengungkapkan kalau dasar yang digunakan itu kejadian dan fakta yakni berupa kegiatan Kongres Pemuda kedua berikut keputusannya. Kegiatan itu diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta yang saat itu masih bernama Batavia.

“Itu memang bukan kegiatan sumpah-menyumpah. Resmi disebut sebagai ‘Hari Sumpah Pemuda’ baru tahun 1959, melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959, tanggal 16 Desember 1959,” ucapnya.

Muhadjir menuturkan kalau peringatan Sumpah Pemuda tersebut merupakan hasil dari kesepakatan umum dengan melewati kajian mendalam, dengan melibatkan ahli-ahli sejarah dan mempertimbangkan urgensi dan manfaatnya.