"Panglima Perang" Irak Ragu Rencana Bush Kirim Pasukan Tambahan Bakal Sukses

Letnan Jenderal Douglas Lute-jenderal pilihan Presiden AS George W. Bush untuk mengomandoi perang AS di Irak dan Afghanistan-menyatakan ragu dengan rencana Bush untuk mengirim gelombang pasukan tambahan ke Irak.

Keraguan itu disampaikannya dalam rapat dengar pendapat dengan Senat AS, Kamis (7/6). Ia mengaku skeptis dengan rencana Bush mengirim lebih dari 21 ribu pasukan tambahan ke Irak.

"Saya menyampaikan rasa kepedulian terhadap perkembangan kebijakan itu… Kebijakan yang semata-mata hanya dalam dimensi pengiriman pasukan tambahan, " kata jenderal bintang tiga itu.

Jenderal Lute melihat kenyataan makin suramnya kondisi pasukan AS di Irak, dengan makin meningkatnya jumlah tentara AS yang tewas dalam perang mereka di Negeri 1001 Malam itu. Sampai Kamis kemarin, jumlah tentara AS yang tewas di Irak sudah mencapai 3. 500 orang.

Menurut Jenderal Lute, pengiriman pasukan tambahan selayaknya dilakukan hanya untuk sementara waktu dan dampak-dampaknya harus "dilokalisasi." Pengiriman pasukan tambahan, kata Lute, mungkin akan berhasil jika militer Irak dan departemen-departemen pemerintah AS melakukan upaya yang sama.

Ia mengungkapkan, bahwa pemerintah Irak sudah melakukan berbagai langkah untuk menunjukkan bahwa militernya harus ditambah. Namun kemajuan dalam menciptakan keamanan masih jauh dari harapan.

"Hasilnya awalnya masih tidak karuan. Kondisi di lapangan sangat-sangat kompleks dan nampaknya perubahan berjalan lamban. Ini artinya kita harus beradaptasi terus menerus, " tukas Jenderal Lute.

Senat AS mempertanyakan peran Jenderal Lute-yang kerap disebut sebagai "Kaisar Perang" bentukan Bush-dalam melakukan komando perang AS di Irak. Kalangan Senat bahkan menyebut Bush sudah kehabisan ide untuk menuntaskan konflik yang sudah terlanjur terjadi di Irak akibat invasi yang dilakukannya. (ln/aljz)