Di hadapan Rakyatnya, Erdogan: Kami Hanya Tunduk Kepada Allah

Setelah itu, masyarakat Turki tetap memberikan kepercayaannya pada pemilu presiden 2014 dan pemilu legislatif 2015.

Pada 15 Juli, Erdogan berkata: “Kalian telah berada di sini selama percobaan kudeta. Mereka ingin membombardir kantor pusat kami. Kalian juga berkumpul di daerah dekat istana Kepresidenan. Di mana ada pengkudeta, kalian juga berada di sana untuk menghadapi mereka.”

Erdogan juga menambahkan bahwa warga Turki telah mempersempit jalan peluang pengkhianatan dari FETO.

 

“Kami telah menyelamatkan negara, bendera, azan, kebebasan, kehormatan kita dari cakaran para pengkudeta. Sekarang mereka melarikan diri kemana? Ke Amerika. Saat saya melihat hasil suara yang muncul di Amerika, saya melihat kubu oposisi mendapatkan banyak suara di sana.”

Presiden Erdogan mengungkapkan bahwa rakyat Turki masih berpihak pada keteguhannya dalam pemungutan suara referandum yang diselenggarakan pada 16 April 2017.

“Hari ini kalian masih bersama kami lagi dalam pemilu 24 Juni, yang merupakan penentuan [masa depan] selama satu abad ke depan negara kita,” ujar Erdogan.

Erdogan mengatakan bahwa pemenang dari pemilu ini adalah demokrasi. Keteguhan rakyat dan masyarakat Turki itu sendiri. “Pemenang pemilu ini adalah setiap individu dari 81 juta warga kami,” ungkap dia.

Erdogan berterima kasih kepada semua warga yang berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini. “Kalian telah menulis sejarah, Kalian akan dikenang selama berabad-abad. Banyak negara-negara berkembang di dunia, tak dapat melakukan pemilu dengan partisipasi sebanyak yang kita lakukan.

Erdogan menekankan bahwa setelah malam 24 Juni, Turki akan lebih cerah melihat hari esok dengan penuh kepercayaan diri.