Ketua PBNU Sebut Tunda Pemilu Masuk Akal, Waketum Demokrat: yang Tolak Pasti Dituduh Antipancasila

eramuslim.com – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman merespons pernyataan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf yang menyebut usulan penundaan pemilu masuk akal. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada yang akan menyebut penundaan pemilu sesuai Pancasila.

“Pasti nanti ada lanjutannya. Pikiran menunda Pemilu masuk akal dan pro Pancasila,” ucapnya, Kamis, (9/3/2023).

Dia mengatakan, jika penundaan pemilu nantinya disebut sebagai bagian dari pro Pancasila, maka yang menolak akan dicap sebagai anti Pancasila atau pro khilafah maupun pro kadrun.

“Maka usul perpanjang masa jabatan presiden masuk akal juga. Itu usulan pro Pancasila, dan pastilah yang menolak dituduh antipancasila atau prokilafah atau prokadrun. Macam2 cara dipake.#RakyatMonitor#,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf ikut berkomentar terkait wacana penundaan Pemilu.

Gus Yahya meminta agar dialog dilakukan bersama terkait usulan penundaan Pemilihan Umum 2024 mengingat beragam persoalan yang dihadapi bangsa dalam beberapa waktu terakhir.

“Ada usulan penundaan pemilu dan saya rasa ini masuk akal mengingat berbagai persoalan yang muncul dan dihadapi bangsa ini,” kata dia di Pondok Pesantren Darussalam di Pinagar, Minggu, 27 Februari 2022.

Menurut dia, usulan penundaan pemilu ini dapat didudukkan bersama oleh seluruh pihak untuk mencari solusi terbaik bagi bangsa ini.

“Nanti kita lihat apa saja yang perlu dilakukan untuk mengurangi beban bangsa ini,” pungkas Gus Yahya.

 

 

(Sumber: Fajar)