Himawan Susanto: Parodi di Ruang Dungu

Eramuslim.com – MELIHAT wawancara Najwa Shihab dengan Presiden Jokowi di acara ‘Mata Najwa”, saya sungguh tertarik. Di mana sosok Presiden memberikan arti mudik dan pulang kampung secara baik, menurut pemahamannya ketika menjawab pertanyaan Najwa Shihab. Pernyataan tersebut menjadi lebih menarik, karena menjadi viral dan banyak interpretasi liar muncul dan berdampak positif bahkan sampai yang negatif.

Pertanyaan kita adalah bagaimana manajemen di Istana Kepresidenan itu memberikan masukan yang jelas dan terukur?

Sebab setiap pernyataan yang keluar dari mulut Presiden sangat bermakna dan memiliki implikasi yang positif dan mencerahkan. Bukan justru menjadi candaan rakyat lewat media sosial. Hal itu adalah menjadi sebuah parodi besar di sebuah negara besar.

Sepertinya kita berada di “negeri dagelan” di mana seluruh pejabatnya banyak memberikan pernyataan di luar akal sehat, dan pejabatnya tidak memiliki kapasitas narasi yang cukup terhadap bidangnya.

Lihat saja dari setiap kata atau kalimat yang keluar dari pejabat Istana tidak berdampak pada hal yang positif. Melainkan sebuah dagelan atau hujatan, hinaan, bahkan pem-bullyan terhadap pejabat tersebut. Hal itu terjadi, karena pejabatnya banyak asal berkomentar yang tidak masuk di akal sehat rakyat kebanyakan.