free hit counters
 

Pejuang Kemerdekaan Palestina Masih Punya Puluhan Ribu Roket

Redaksi – Rabu, 6 Syawwal 1442 H / 19 Mei 2021 09:00 WIB

Eramuslim.com – Militer Zionis-Israel mengatakan sudah sekitar 3.100 roket ditembakkan dari Jalur Gaza, Palestina, sejak konflik pecah pada Senin pekan lalu. Intelijen Zionis memperkirakan kelompok di Gaza masih memiliki lebih dari 10.900 roket lagi di gudang senjata mereka.

Sumber intelijen Zionis-Israel, yang dikutip The Jerusalem Post, memperkirakan gudang senjata Hamas berisi 5.000 hingga 6.000 roket.

Sedangkan kelompok Jihad Islam Palestina (PIJ), yang bekerja sama dengan Hamas, diyakini telah menimbun 8.000 roket lagi. Angka prediksi roket itu merupakan data sebelum konflik pecah pekan lalu atau sebelum sekitar 3.100 roket ditembakkan.

Hamas pada Selasa pekan lalu mengeklaim telah menembakkan 130 roket dalam hitungan menit dalam upaya untuk membanjiri sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel. Namun, rudal pencegat Iron Dome tak hanya jauh lebih gesit, lebih canggih tetapi juga lebih mahal daripada roket-roket Hamas.

Pasukan Penjajah Israel (IDF) mengeklaim sistem Iron Dome berhasil mencegat 90 persen roket dan rudal yang ditembakkan dari Jalur Gaza. Ini berarti sekitar 300-an roket pejuang Palestina berhasil meledak di posisi Israel.

Fabian Hinz, seorang ahli teknologi rudal Timur Tengah, mengatakan kepada media Jerman, ZDF, Selasa (18/5/2021) bahwa berbagai kelompok yang berbasis di Gaza telah memperluas persenjataan roket mereka. Dia mengatakan mereka memiliki ribuan roket dan rudal.



Hinz mengatakan roket Iran pernah diselundupkan ke Gaza melalui Sudan dan kemudian lewat Mesir. Namun, sejak penggulingan diktator Sudan Omar al-Bashir pada 2019, penyelundupan senjata tersebut menjadi lebih sulit.

Diyakini bahwa dengan bantuan dari luar, Hamas kini memproduksi sebagian besar roketnya sendiri di Gaza.

Sejak konflik pecah pekan lalu, lebih dari 200 warga Palestina, termasuk 61 anak-anak, telah tewas di Gaza.

Di pihak Israel, sepuluh orang tewas termasuk seorang tentara militer dan dua anak.[em/sindonews]

Berita Palestina Terbaru