Rabi Yahudi di Jerusalem Kepergok Jadikan Puluhan Anak dan Perempuan Sebagai Budak Syahwat

Polisi mengumpulkan banyak bukti bahwa pria itu memiliki kendali mutlak atas kehidupan sekitar 50 wanita yang tinggal di sana. Mulai dari menghukum hingga mengisolasi mereka dari keluarga dan masyarakat.

Anak-anak yang jadi korban berusia di bawah lima tahun dan ditahan secara terpisah di kompleks itu. Ada bukti bahwa pemimpin sekte itu memukuli setidaknya satu anak.

Para wanita dipaksa untuk bekerja oleh tersangka dan menyerahkan sebagian gajinya.

Seorang pejabat polisi dalam pengadilan mengatakan jika seorang wanita membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, ia memerlukan izin tersangka terlebih dahulu.

Menurut petugas kepolisian, pada awal seorang wanita masuk dalam sekte itu akan diperlakukan dengan baik.

Tetapi akhirnya wanita itu akan dijauhkan dari keluarga dan masyarakat mereka begitu mereka bergabung dengan kultus.

Mereka diberi pelajaran tentang kesopanan yang melibatkan ancaman, ketakutan dan rasa sakit fisik.

Dalam satu pelajaran, kata petugas kepolisian, para wanita dipaksa untuk memasukkan jari ke dalam api. Hal tersebut bertujuan “untuk memahami seperti apa neraka itu.”

Penggerebekan kompleks tersangka ini dilakukan oleh Polisi Israel bergabung dengan anggota Pusat Korban Kultus Israel, petugas kesejahteraan, petugas pemadam kebakaran, departemen bahan bakar, insinyur kota dan pejabat Departemen Pendidikan.

Pejabat setempat telah memberikan perlindungan kepada anak di bawah umur yang jadi korban dalam kasus ini.(*end)