51:56

Siang itu kulihat sosoknya di dekat perempatan sebuah lampu merah di kota Jakarta. Sosok lelaki paruh baya dengan janggut di dagunya dan pakaiannya yang sangat sederhana. Berhenti menanti kendaraan-kendaraan yang lewat karena lampu lalu lintas masih berwarna hijau. Sosok itu menanti dengan sabar untuk menyeberang jalan sambil menarik gerobak di belakangnya yang dipenuhi dengan kardus bekas dan botol-botol plastik bekas air kemasan.

Aku yang sejak tadi memperhatikannya, berdiri tidak jauh dari posisi lelaki itu berdiri, sama-sama menanti untuk menyeberang jalan. Tak lama lampu lalu lintas pun merah, dan kami pun menyeberang. Sebentar kemudian kudengar sayup-sayup adzan sholat dzuhur berkumandang dari masjid yang tidak jauh dari perempatan lampu merah tersebut. Kulihat bapak penarik gerobak itu berhenti dan berbalik arah ke tempat di mana dia menyeberang jalan tadi, sambil menarik gerobaknya menuju ke arah terdengarnya suara adzan. Dengan penuh tanda tanya ingin hati ini mencari tahu apa yang hendak diperbuatnya dengan berbalik arah demikian cepat ke arah dari mana dia datang tadi.

Subhanallah. Ternyata. Diparkirnya gerobak yang menemaninya disisi kanan halaman masjid sumber suara adzan tadi. Seraya tangannya yang terlihat kekar itu mengambil kantong plastik berwarna hitam dari dalam gerobaknya, setelah itu masuklah sosok tadi ke dalam masjid. Aku berpapasan dengannya di tempat wudhu, dan mendapati sosok itu dengan tampilan yang berbeda, lebih rapi, bersih, dan berpeci. Kemudian melangkahlah sosok sederhana itu ke dalam masjid untuk segera menghadap sang Maha Pencipta Allah SWT.

Subhanallah. Walau sosok itu sangat-sangat sederhana, hanya seorang penarik gerobak yang mungkin setiap hari menyusuri jalan-jalan di kota metropolitan Jakarta sambil berharap menemukan kardus-kardus bekas dan botol-botol plastik bekas air kemasan untuk menyambung hidupnya, namun dia mengerti dan memahami hakikat kehidupan yang sesungguhnya, sebagaimana firman-Nya:

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”(QS Adz-Zariyat 51:56).

Sungguh sosok yang mengagumkan, sosok yang merdeka, sosok yang cerdas. Ditinggalkan aktivitasnya mencari kardus-kardus bekas dan botol-botol plastik bekas kemasan pada saat adzan terdengar, untuk segera pergi memenuhi panggilan sang Pencipta. Tak ada kekhawatiran sedikitpun akan kehilangan kardus-kardus maupun botol-botol plastik bekas air minum kemasan yang mungkin sejak pagi hari dikumpulkannya.

Ya Rabbi Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; dan bukan (jalan) mereka yang Engkau murkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Http://panca.co.nr