Menengok Kebijakan Sekuler Ataturk di Turki yang Diubah Erdogan

 

Warga Turki Boleh Merayakan Hari Besar Agama Terang-terangan

Menurut Sya’roni, salah satu perubahan yang sangat mentereng adalah warga dapat merayakan hari keagamaan secara terang-terangan.

“Perayaan acara-acara keagamaan tidak lagi sembunyi-sembunyi. Acara maulid, acara keagamaan sekarang sudah bisa diselenggarakan secara terbuka, bahkan menjadi acara negara. Bahkan bisa disiarkan di televisi secara langsung,” ungkap dia.

Seperti diketahui, di zaman pemerintahan Ataturk, hal-hal yang berkaitan dengan keagamaan sangat dibatasi.

Menurut Sya’roni, hal ini disebabkan oleh pandangan Ataturk saat itu, di mana jika ingin “maju”, maka berkacalah dengan negara-negara Barat. Jika ingin “mundur”, lihatlah Timur Tengah.

Ataturk saat muda mendapatkan kesempatan untuk belajar di Prancis. Itulah mengapa, dirinya menganut dan mengaplikasikan sistem pemerintahan sekuler Prancis.

“Saya tidak bisa membayangkan di zaman Ataturk atau setelah-setelahnya, acara Maulid diselenggarakan di ruang publik, itu susah dibayangkan. Tapi sekarang, semua [acara keagamaan di publik sudah menjadi biasa saja,” paparnya. [kumparan]