(Hadits Bukhari) Misteri UFO di Zaman Rasulullah SAW

Eramuslim.com – Banyak versi tentang apakah UFO itu. Dari catatan sejarah, sebenranya penampakan UFO sudah lama terlihat. Hal itu terbukti dari beberapa artefak dan lukisan kuno yang menggambarkan sebuah objek atau benda terbang yang tak diketahui identitasnya hingga kini.

Istilah UFO adalah objek atau benda terbang atau melayang di udara atau dilangit yang belum diketahui atau tidak dikenal atau tidak teridentifikasi. Namun, istilah atau penamaan “UFO” ini baru diberikan pada abad 20, sebagai singkatan dari Undientified Flying Object.

Ada beberapa jenis penampakan fisik tentang UFO, dari yang terlihat mirip bulatan cahaya, atau berupa benda padat atau metal, yang mana objek itu terbang atau melayang di udara atau jauh diatas langit.

Selain jenis penampakan fisik tersebut, UFO pun memiliki beberapa bentuk yang berbeda pula, seperti berbentuk bundar, lonjong, silinder, kotak, segitiga, atau berupa bulatan pipih mirip cakram. Bahkan ada yang terlihat “lebih modern” yaitu mirip bentuk pesawat antariksa modern.

Kisah UFO di masa Rasulullah

Ternyata fenomena penampakan UFO, juga pernah terjadi di masa Rasulullah (Nabi Muhammad) sallallahu alaihi wasallam. Peristiwa itu terjadi ketika salah seorang sahabat Beliau, yang bernama Usaid bin Hudair ra. (Usaid bin Hudlair atau Usayd bin Hudayr atau Usaid bin Khudhair), sedang melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an, yaitu surah Al-Baqarah.

Ketika itu, Usaid bin Hudair ra., sedang melantunkan Surah Al-Baqarah dibelakang rumah dekat kuda miliknya. Ia memulai membaca surat Al-Baqarah, dimulai ayat pertama:

“Alif lam miim, Inilah Kitab (Alquran) yang tidak ada keraguan padanya; menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang beriman kepada yang gaib yang menegakkan shalat, dan yang menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Alquran) yang diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum kamu, serta mereka yang yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS. Al-Baqarah: 1-4).

Mendengar bacaan tersebut, tiba-tiba kuda yang ia tambatkan, berdiri dan berperilaku aneh. Kuda yang sedang ditambat lari berputar-putar. Hampir saja tali pengikatnya putus. Ketika Usaid diam kuda itu diam dan tenang. Usaid melanjutkan lagi bacaannya:

“Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Rabb-nya, dan merekalah orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah: 5).

Namun lagi-lagi kudanya kembali berperilaku aneh, berjalan berputar-putar lebih hebat dari semula. Kemudian ia memberhentikan lafalan Surah Al-Baqarah yang sedang dilantunkannya dan meranjak keluar rumah.

Ketika ia memandang ke langit, ia melihat ke atas, ternyata ada objek atau benda tak dikenal. Ia mendapati pemandangan yang sepertinya awan namun bentuknya bagaikan payung yang mengagumkan. Ia belum pernah melihat pemandangan serupa itu sebelumnya.

Objek itu berbentuk mirip awan bergantung seperti lampu indah berkilau yang terangnya seperti cahaya lampu. Kemudian objek tak dikenal itu membumbung di udara dan naik ke langit. Kemudian perlahan-lahan menghilang dari pandangan.

Esok harinya, Usaid pergi menemui Rasulullah SAW untuk menceritakan peristiwa menakjubkan pada malam itu yang telah dialaminya.

Peristiwa yang tercatat dalam hadist Shahih

Peristiwa yang dialami Usaid bin Hudair ra. ini tercatat dan ada di dalam sebuah Hadist Bukhari yang terkenal kesahihannya. Hadist ini memiliki beberapa nomer identitas tergantung siapa yang mengumpulkan hadist tersebut, namun  isi riwayatnya tetap sama.

Hadist Bukhari tentang peristiwa ini ada di beberapa kitab hadist bernomor:

  • Volume 6, Book 61, Number 536, atau
  • Book 66 Hadith 40 , atau
  • Sahih Al-Bukhari 5018 , atau
  • USC-MSA web English reference Vol. 6, book 61, Hadith 536 , atau
  • Chapter: The descent of As-Sakinah and angels at the time of the recitation of the Qur’an. Kitab (كتاب فضائل القرآن), Bab (باب نُزُولِ السَّكِينَةِ وَالْمَلاَئِكَةِ عِنْدَ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ) Sahih al-Bukhari.

Bunyi hadist lengkapnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah:

Dikisahkan oleh Usaid bin Hudair

Saat (Usaid bin Hudair ra.) sedang membaca Surat Al Baqarah di malam hari, dan kudanya diikat di sampingnya, kudanya tiba-tiba kaget dan bermasalah. Ketika dia berhenti membaca (Al-Quran), kuda itu menjadi tenang, dan saat ia memulai lagi (melantunkan Al-Quran), kudanya kembali terkejut.

Lalu dia berhenti melantunkan (Al-Quran) dan kudanya juga menjadi tenang. Dia mulai membaca (Al-Quran) lagi dan kuda itu terkejut dan bermasalah lagi. Kemudian dia berhenti membaca (Al-Quran), dan anaknya Yahya, berada di samping kuda itu. Dia (Usaid bin Hudair ra.) takut kudanya menginjak-injak anakinya.

Ketika dia membawa anak itu menjauh dan memandang ke arah langit, dia tidak dapat melihatnya. Keesokan harinya dia memberi tahu Nabi (Muhammad SAW) yang kemudian mengatakan, “Bacalah, hai Ibnu Hudair! Bacalah, hai Ibnu Hudair!” (maksudnya ia disarankan agar terus mambaca Al-Quran di kala itu)

Ibnu Hudair menjawab, “Wahai Rasulullah, anakku Yahya, ada di dekat kudanya dan aku takut (kuda) itu bisa menginjak-injak dia, jadi aku melihat ke arah langit, dan mendekatinya. Saat aku melihat ke langit, aku melihat sesuatu seperti awan yang tampak seperti lampu, jadi saya keluar supaya melihatnya. ”

Nabi berkata, “Kamu tahu apa itu?” Ibnu Hudair menjawab, “Tidak.” Nabi berkata, “Mereka adalah Malaikat yang mendekati Anda karena suaramu dan jika kamu terus membaca (Al-Quran) sampai fajar, maka dia itu akan tetap ada sampai pagi, hingga orang-orang melihatnya, karena ia tidak akan hilang.”


Bunyi hadist lengkapnya dari Volume 6, Book 61, Number 536 tersebut dalam bahasa Inggris adalah:

Narrated by Usaid bin Hudair

That while he was reciting Surat Al-Baqara (The Cow) at night, and his horse was tied beside him, the horse was suddenly startled and troubled. When he stopped reciting, the horse became quiet, and when he started again, the horse was startled again.

Then he stopped reciting and the horse became quiet too. He started reciting again and the horse was startled and troubled once again. Then he stopped reciting and his son, Yahya was beside the horse. He was afraid that the horse might trample on him.

When he took the boy away and looked towards the sky, he could not see it. The next morning he informed the Prophet who said, “Recite, O Ibn Hudair! Recite, O Ibn Hudair!”

Ibn Hudair replied, “O Allah’s Apostle! My son, Yahya was near the horse and I was afraid that it might trample on him, so I looked towards the sky, and went to him. When I looked at the sky, I saw something like a cloud containing what looked like lamps, so I went out in order not to see it.”

The Prophet said, “Do you know what that was?” Ibn Hudair replied, “No.” The Prophet said, “Those were Angels who came near to you for your voice and if you had kept on reciting till dawn, it would have remained there till morning when people would have seen it as it would not have disappear.”


Bunyi hadist lengkapnya dari Volume 6, Book 61, Number 536 tersebut dalam bahasa Arab adalah:

باب نُزُولِ السَّكِينَةِ وَالْمَلاَئِكَةِ عِنْدَ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ

وَقَالَ اللَّيْثُ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ الْهَادِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أُسَيْدِ بْنِ حُضَيْرٍ، قَالَ بَيْنَمَا هُوَ يَقْرَأُ مِنَ اللَّيْلِ سُورَةَ الْبَقَرَةِ وَفَرَسُهُ مَرْبُوطٌ عِنْدَهُ إِذْ جَالَتِ الْفَرَسُ فَسَكَتَ فَسَكَتَتْ فَقَرَأَ فَجَالَتِ الْفَرَسُ، فَسَكَتَ وَسَكَتَتِ الْفَرَسُ ثُمَّ قَرَأَ فَجَالَتِ الْفَرَسُ، فَانْصَرَفَ وَكَانَ ابْنُهُ يَحْيَى قَرِيبًا مِنْهَا فَأَشْفَقَ أَنْ تُصِيبَهُ فَلَمَّا اجْتَرَّهُ رَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ حَتَّى مَا يَرَاهَا فَلَمَّا أَصْبَحَ حَدَّثَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏”‏ اقْرَأْ يَا ابْنَ حُضَيْرٍ اقْرَأْ يَا ابْنَ حُضَيْرٍ ‏”‏‏.‏ قَالَ فَأَشْفَقْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ تَطَأَ يَحْيَى وَكَانَ مِنْهَا قَرِيبًا فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَانْصَرَفْتُ إِلَيْهِ فَرَفَعْتُ رَأْسِي إِلَى السَّمَاءِ فَإِذَا مِثْلُ الظُّلَّةِ فِيهَا أَمْثَالُ الْمَصَابِيحِ فَخَرَجَتْ حَتَّى لاَ أَرَاهَا‏.‏ قَالَ ‏”‏ وَتَدْرِي مَا ذَاكَ ‏”‏‏.‏ قَالَ لاَ‏.‏ قَالَ ‏”‏ تِلْكَ الْمَلاَئِكَةُ دَنَتْ لِصَوْتِكَ وَلَوْ قَرَأْتَ لأَصْبَحَتْ يَنْظُرُ النَّاسُ إِلَيْهَا لاَ تَتَوَارَى مِنْهُمْ ‏”‏‏.‏ قَالَ ابْنُ الْهَادِ وَحَدَّثَنِي هَذَا الْحَدِيثَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ خَبَّابٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ أُسَيْدِ بْنِ حُضَيْرٍ‏.‏


 

Dari hadist diatas diriwayatkan, ketika Usaid bin Hudair ra. bertanya, maka Rasulullah bertanya balik.

Ketika Nabi bersabda, “Kamu tahu apa itu?”

Ibnu Hudair menjawab, “Tidak.”

Nabi bersabda, “Mereka adalah Malaikat yang mendekati Anda karena suaramu, dan jika kamu terus melantunkan sampai fajar, ia akan tetap ada sampai pagi ketika orang-orang dapat melihatnya, karena tidak akan hilang.”

Jadi, ketika hal aneh tersebut diceritakan kepada Rasulullah, maka Rasulullah menginformasikan bahwa benda itu adalah sosok malaikat, yang ikut mendengarkan bacaan Al Qur’an oleh Usaid ra. ketika ia melantunkannya.

Hadits diatas mengindikasikan betapa agung keutamaan dan fadhilahnya orang yang membaca Al-Qur’an, lebih-lebih membaca pada waktu malam hari dan dibaca pula dengan suara yang merdu seperti Usaid bin Khudhair. Di kalangan sahabat ia memang dikenal memiliki suara yang merdu.

Usaid bin Hudair ra. hidup sebagai seorang ahli ibadah. Harta benda dan jiwa raga yang dimilikinya diserahkan sepenuhnya untuk perjuangan Islam.

Bagi Usaid tidak ada puncak keindahan dan kemenangan dalam perjalanan hidupnya selain bila cahaya Islam terus bersinar. Pandangan hidup yang seperti itu mengantarnya memperoleh julukan sebagai, “Sebaik-baik laki-laki, Usaid bin Hudair!” kata Rasulullah SAW.

Usaid ditakdirkan Allah sempat melihat kepemimpinan Khalifah Umar Al-Faruq yang tegas, adil dan bijaksana. Dan pada bulan Sya’ban tahun 20 Hijriyah, ia berpulang keharibaan Allah SWT menyusul syuhada-syuhada yang telah mendahuluinya.

Amirul Mukminin Umar bin Khathab ra. tidak mau ketinggalan turut serta memikul sendiri jenazah tokoh Anshar ini di atas bahunya menuju taman makam syuhada di Baqi.

Beberapa pendapat tentang fenomena UFO sejak dulu hingga kini

Ada yang berpendapat tengtang penampakan fenomena UFO. Secara saintifik, ada yang menyatakan bahwa UFO jenis yang bola bercahaya adalah fenomena alami, berupa plasma atau sejenisnya, yang terbentuk secara alamiah, mirip petir atau pelangi yang pada masa lampau belum diketahui bagaimana terbentuknya.

Fenomena bola terbang bercahaya atau berpendar secara alamiah ini sudah diketahui secara fisik. Tapi apa yang menyebabkannya bisa menyala berpendar, bagaimana ia bisa terbang bergerak atau diam, dan bagaimana bisa kembali hilang, peneliti belum bisa mendapat jawabannya untuk fenomena alami ini.

Fenomena “will-o’-the-wisp”.

Namun hasil dari beberapa beberapa penelitian, mendapatkan “UFO alami” itu bisa terbentuk dari zat sejenis metana atau partikel yang mudah terbakar lainnya.

Salah satu fenomena alamiah itu disebut para peneliti sebagai  “will-o’-the-wisp”.

UFO pada masa awalnya, ada yang berpendapat bahwa penampakan objek terbang tak dikenal itu adalah salah satu bentuk penampakan dari makhluk gaib, seperti jin.

Yang paling dikenal oleh masyarakat awam hingga kini tentang UFO adalah, mereka menyimpulkan bahwa UFO selalu berhubungan dengan kendaraan alien atau makhluk luar angkasa cerdas (extraterrestrial) yang berasal dari planet lain atau dari dimensi lain, yang datang ke planet Bumi.

Dan di masa modern ini, ada pula yang mengatakan bahwa UFO sebenarnya adalah pesawat super modern “anti-gravitasi” milik negara-nagara maju yang sangat dirahasiakan keberadaannya.

Namun peristiwa menakjubkan yang tercatat dalam hadist shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, yaitu terlihatnya objek mirip awan yang bersinar lalu melesat ke atas langit yang dialami Usaid bin Hudair ra. dan kemudian dipertanyakan kepada Rasullulah ini, menambah catatan baru bagi UFO.

Yaitu, objek terbang tak dikenal itu adalah Malaikat, yang turun mendengarkan indahnya lantunan ayat-ayat Surah Al-Baqarah dari kitab suci Al-Quran yang sedang dilantunkan oleh Usaid bin Hudair ra.

Dari sisi Islam sebagaimana halnya ketika perjalanan Isra’ dan Mi’raj, malaikat Jibril bersama Rasulullah juga pernah berkendaraan dengan Buraq, yaitu sosok hewan berkaki empat yang tak kecil dari keledai, dan tak lebih besar dari kuda, yang dapat melesat bak cahaya, atau mungkin lebih.

Apakah UFO yang dilihat oleh Usaid bin Hudair ra, hingga peristiwa itu tercatat dalam hadist shahih, bisa jadi merupakan salah satu jenis kendaraan atau wahana para Malaikat? Wallahu a’lamu bishshawab. (©IndoCropCircles.com)

Pustaka:

Sumber: Indocropcircles.wordpress.com

(kl)