free hit counters
 

Katak Bertanduk Mirip Pinokio Sudah Lebih Dulu Ada di Ibukota Baru

Redaksi – Kamis, 16 Safar 1441 H / 17 Oktober 2019 10:00 WIB

“Berdasarkan hasil analisis dari tiga metode pendekatan tersebut kami menyimpulkan bahwa jenis tersebut merupakan jenis baru dan kemudian diberi nama Megophrys kalimantanensis,” kata Amir seperti diberitakan JawaPos.com, Rabu (16/10/2019).

Peneliti LIPI juga berhasil menemukan tiga spesies baru kodok wayang dari hutan dataran tinggi Sumatera.



Spesies sigalegalephrynus gayoluesensis ditemukan di Gayo Lues, Aceh. Kemudian sepsies sigalegalephrynus burnitelongensis ditemukan di gunung Burni Telong. Sedangkan sigalegalephrynus harveyi berasal dari gunung Dempo, Sumatera Selatan.

”Genus Sigalegalephrynus memiliki lebih banyak spesies endemik dibandingkan genus kodok lainnya di Indonesia,” ujar Irvan Sidik dari Pusat Penelitian Biologi LIPI.

Hasil analisis filogenetik mengindikasikan terdapat perbedaan taksonomi antara kodok di dataran tinggi utara dan selatan.

“Hasil identifikasi karateristik morfologis, genetik dan akustik dari ketiga spesies baru tersebut berbeda dengan dua spesies genus Sigalegalephrynus sebelumnya yaitu Sigalegalephrynus mandailinguensis, dari gunung Sorikmarapi, Sumatera Utara dan Sigalegalephrynus minangkabauensis dari gunung Kunyit, Jambi,” ujar Irvan.[psid]

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2

Berita Nasional Terbaru