free hit counters
 

Kapolda Metro: Sudah Gak Ada PKI Lagi di Dunia!

Redaksi – Rabu, 25 Rabiul Akhir 1438 H / 25 Januari 2017 08:30 WIB

kapolda-metroEramuslim.com – Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan membantah pernyataan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq terkait indikasi kebangkitan PKI.

Jenderal bintang dua yang akrab disapa Iwan Bule itu menilai, pernyataan Habib Rizieq tidak berdasar dan terkesan mengada-ada.

“‎Faktanya kan nggak ada. Sudah nggak ada PKI di dunia,” tegas Iriawan kepada wartawan di Jakarta Timur, Selasa (24/1).

Menurutnya, Habib Rizieq sengaja menciptakan isu tersebut. Seperti halnya, isu terkait rectoverso uang tahun emisi 2016 yang dianggapnya mirip logo palu arit.

“(Isu PKI) Itu kan dibuat-buat saja. Sama seperti (kasus) uang,” tutur mantan Kadiv Propam Polri itu.

Alumni Akpol 1987 tersebut mengatakan, PKI tidak mungkin bisa bangkit lagi. Mengingat, pemerintah sudah melenyapkannya lebih dari 50 tahun.

“Bagaimana bisa bangkit? Kita tahu juga embrionya, kalau ada.”

Sebelumnya, Habib Rizieq sempat berpesan terkait kebangkitan PKI sebelumnya dirinya bersaksi terkait kasus dugaan penghinaan mata uang mirip palu arit di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/1) siang.

Dia mengaku bahwa peringatan tersebut juga sudah disampaikannya ke pihak DPR RI. Bahkan, Habib Rizieq menduga, setelah menyampaikan peringatan ke DPR itu, dirinya jadi terkena sial dan dipanggil penyidik Polda Metro Jaya (PMJ).



“Saya kembali menegaskan di sini. Warning tentang kembalinya PKI! Saya juga sudah memberikan (sampaikan) hal ini kepada DPR RI. Karena warning yang saya berikan tersebut, saya di panggil oleh PMJ,” ujar Habib Rizieq saat itu.(kl/rmol)

Andai saja dia sudah baca Manifesto Komunis dan buku-buku Marxisme asli lainnya, maka dia akan paham jika bagi Komunisme, kekalahan hanyalah kemenangan yang tertunda. Komunisme tidak akan pernah mati selama masih ada saudara kandung yang seolah berlawanan yang bernama Kapitalisme… PKI hanyalah nama, tidak penting, yang utama adalah komunisme.

Andai saja dia memahami filsafat Materialisme-Dialektis Hegel dan Fuerbach, atau pisau analisis sejarah Materialisme-Historis yang dahulu dipakai Bung Karno dan lainnya untuk menguliti kolonialisme, maka dia tidak akan gegabah berbicara seperti itu…

Kalau tidak tahu lebih baik diam dan belajar yang benar…

Berita Nasional Terbaru